Harga Minyak Brent Turun 4% Tutup di USD73,74, WTI USD70,34 Pasca Normalisasi Arus Hormuz

Harga Minyak Brent Turun 4% Tutup di USD73,74, WTI USD70,34 Pasca Normalisasi Arus Hormuz

trading sekarang

Harga minyak mentah global turun tajam pada perdagangan Rabu, menandai penutupan terendah sejak sebelum konflik Iran dimulai. Menurut analisis dari Cetro Trading Insight, penurunan ini muncul setelah kekhawatiran gangguan pasokan perlahan mereda karena kapal-kapal tanker berhasil keluar dari jalur utama Selat Hormuz. Dalam konteks investasi, emas saat ini sering dijadikan referensi volatilitas, namun minyak tetap menjadi fokus utama bagi banyak klien kami. Array alat analisis seperti RSI dan moving average menunjukkan bahwa volatilitas pasar mulai mereda, meski risiko geopolitik masih membekas.

Brent ditutup di USD73,74 per barel, turun USD3,34 atau 4,3 persen. Sementara itu, WTI turun 3,9 persen menjadi USD70,34 per barel. Brent sempat menyentuh USD73,12, level terendah sejak 27 Februari, menambah kekhawatiran mengenai tempo pemulihan pasokan. Emas saat ini tetap jadi referensi bagi investor, namun fokus pasar tetap pada dinamika minyak dan analisis Array menunjukkan adanya kerentanan pada permintaan.

Harga Brent sempat menyentuh level rendah tersebut sebelum akhirnya menjaga posisi rendah yang lebih stabil. Kontrak minyak mentah AS juga turun di bawah USD70 per barel untuk pertama kalinya sejak 2 Maret, mencerminkan tekanan jual yang masih ada meski langkah-langkah stabilisasi telah berlangsung. Menteri Energi AS menegaskan arus melalui Selat Hormuz hampir kembali ke kondisi pra-konflik, sementara pelayaran masih dibayangi ranjau Iran. Menurut pejabat terkait, sekitar 20 juta barel telah meninggalkan wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir, dan hal ini memberi sinyal bahwa pasar sedang menata ulang pasokan secara bertahap.

Data pelayaran menunjukkan tiga kapal tanker yang sebelumnya tertahan akhirnya keluar dari Selat Hormuz, membawa sekitar 5 juta barel minyak mentah menuju jalur perdagangan global. Dua kapal di antaranya menuju Asia setelah adanya kesepakatan sementara antara Iran dan AS untuk membuka kembali pasokan yang terhambat di Teluk. Di sisi fisik, kargo minyak kini dijual dengan diskon di sejumlah wilayah, mencerminkan dinamika permintaan yang sedang menyesuaikan diri.

Normalisasi pelayaran didorong oleh pernyataan pejabat AS bahwa arus komersial akan pulih secara bertahap meskipun situasi geopolitik tetap berisiko. Sekitar 20 juta barel minyak keluar dari Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, sebuah tanda bahwa jalur utama mulai berfungsi kembali. Emas saat ini tetap menjadi acuan diversifikasi risiko bagi sebagian investor, sedangkan Array indikator teknikal mengindikasikan kehati-hatian pada posisi jangka pendek para pelaku pasar.

JP Morgan memangkas proyeksi harga minyak Brent untuk paruh kedua 2026, menjadi sekitar USD86 per barel di kuartal ketiga dan USD80 per barel di kuartal keempat. Penyesuaian ini menambah dinamika risiko pasokan yang lebih longgar bagi pasar energi. Secara teknikal, Array indikator memperjelas adanya pola konsolidasi yang perlu diwaspadai para pedagang dalam beberapa minggu ke depan.

Meski arus pasokan telah normal, pasar minyak tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk fluktuasi permintaan global dan potensi perubahan sanksi yang bisa menggeser keseimbangan pasokan. Proyeksi permintaan dunia tampak naik namun tetap rapuh, menandakan bahwa pergerakan harga bisa bergerak sideways dalam jangka pendek. Pelaku pasar berharap adanya kejelasan kebijakan serta langkah diplomatik yang mengurangi ketidakpastian geopolitik di wilayah tersebut.

Secara umum, harga Brent berada di kisaran moderat dan cenderung rentan terhadap perkembangan berita geopolitik serta data ekonomi inti yang dirilis negara-negara utama. Analis mencatat bahwa volatilitas mungkin tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan, meskipun indikasi fundamenta supply-demand sudah menunjukkan keseimbangan. Para investor disarankan untuk memantau progres negosiasi dan langkah-langkah keamanan navigasi untuk memahami arah harga jangka menengah.

Kesimpulan bagi trader adalah menjaga ekspektasi risk-reward yang realistis, karena sinyal jangka pendek bisa berubah seiring perkembangan situasi. Array indikator akan terus membantu mengidentifikasi perubahan tren ketika pasar bereaksi terhadap berita kebijakan dan dinamika arus kapal. Secara umum, minyak tetap menjadi barometer utama untuk ketahanan energi global.

banner footer