
Danske Research mencatat EUR/USD berada di zona tekanan sejak awal pekan ini karena perbedaan suku bunga antara AS dan zona euro yang semakin melebar. Dorongan utama datang dari ekspektasi pasar yang melihat peluang kenaikan suku bunga the Federal Reserve (Fed) di bawah kepemimpinan baru, sementara peluang kenaikan kebijakan ECB meningkat lebih rendah setelah komentar dari Presiden Lagarde. Akibatnya, pasangan ini cenderung melanjutkan tren berat dalam jangka pendek.
Pasar juga menyoroti respons pasar terhadap pernyataan kebijakan: imbal hasil AS menunjukkan pergerakan naik di sepanjang kurva, sedangkan imbal hasil di wilayah Eropa bergerak lebih rendah dengan besar perubahan serupa. Perkembangan ini memperkuat tekanan pada EUR/USD, karena pergeseran yield cenderung menambah pendorong bagi dolar AS relatif terhadap euro.
Dalam catatan kami, Cetro Trading Insight menilai dinamika ini kemungkinan bertahan dalam beberapa sesi mendatang. Narasi fovernya adalah perbandingan kebijakan bank sentral yang masih berbeda arah, sehingga risiko pelemahan EUR terhadap USD tetap relevan hingga ada sinyal perubahan dari Fed atau ECB.
Secara data makro, kepercayaan konsumen zona euro membaik secara luas ke -17,7 pada Juni, meskipun tetap di bawah level pra-perang dan rata-rata historis. Sinyal ini mencerminkan perbaikan ringan tetapi belum cukup untuk mengubah dinamika pelemahan euro jika ekspektasi kebijakan tetap berpihak pada AS.
Untuk PMI flash Juni, kami memperkirakan manufaktur sedikit menurun menjadi 50,9 (melebihi rata-rata May 51,6), sementara layanan diperkirakan meningkat ke 48,8 (May 47,7), meski tetap di bawah 50 dan menunjukkan kontraksi luas secara keseluruhan. Koreksi positif pada layanan kemungkinan sebagian disebabkan data Prancis yang pulih, namun dampaknya terhadap EURUSD relatif terbatas.
Harga minyak yang lebih rendah disebutkan berpotensi memberi tonjolan pada aktivitas ekonomi, tetapi efeknya diperkirakan belum terlihat jelas pada data Juni. Dengan kondisi ini, EURUSD diprediksi tetap berada dalam wilayah lemah jangka pendek hingga ada langkah nyata dari kebijakan moneter utama atau perbaikan data ekonomi yang lebih kuat.