
EUR/USD melemah di sekitar 1.1775 pada sesi Asia awal hari ini, sejalan dengan nada hati-hati pasar menjelang rilis inflasi AS bulan ini dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Para pelaku pasar menimbang peluang arah harga dan mencari konfirmasi dari data ekonomi yang akan datang. Level 1.1770 menjadi support teknikal yang sering dijadikan acuan bagi pergerakan jangka pendek.
Di sisi geopolitik, menimbang laporan bahwa Iran siap membalas serangan jika terjadi eskalasi lebih lanjut, membuat volatilitas meningkat dan memperkuat permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar. Sisi pasar juga merespons komentar publik di media internasional terkait gencatan senjata dan risiko ketegangan berlanjut. Gambaran risiko ini menambah kerapuhan bagi euro terhadap dolar.
Di pihak kebijakan moneter, ekspektasi ECB yang hawkish menjadi penahan utama bagi pelemahan euro. Anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher mengisyaratkan tidak perlu menunda kenaikan suku bunga jika harga energi tidak membaik. Pasar memperkirakan peluang 92% untuk kenaikan 25 bps pada pertemuan Juni dan total tiga kenaikan hingga akhir 2026, menurut Reuters.
Rilis inflasi AS yang dinantikan menjadi fokus utama bagi pelaku pasar. Data inflasi yang lebih kuat dari dugaan bisa memperkuat greenback dan menjaga EURUSD berada dalam tekanan jangka pendek. Sisi lain, risiko geopolitik di Timur Tengah menambah fokus pada aset yang dianggap sebagai lindung nilai, meski dampaknya terhadap EURUSD bervariasi.
Kebijakan moneter ECB menjadi pendorong utama pergerakan pair ini. Kocher menegaskan tidak ada kebutuhan menunda kenaikan suku bunga jika harga energi tidak membaik, menambah dorongan pada euro. Pasar menilai kemungkinan kenaikan 25 bps pada Juni sebesar 92% dan bahwa komitmen untuk tiga kali kenaikan tetap relevan hingga akhir 2026.
Konteks ini membuat pedagang menyiapkan skenario trading dengan hati-hati. Jika risiko geopolitik meningkat, dolar bisa menguat secara umum, tetapi ekspektasi kebijakan ECB bisa membatasi pelemahan euro ketika data inflasi mendukung jalur kenaikan suku bunga. Situasi akan sangat bergantung pada rilis data berikutnya.
Bagi EUR/USD, kerangka risiko saat ini adalah menjaga panduan manajemen risiko karena arah jangka pendek sangat sensitif terhadap data inflasi dan pernyataan kebijakan ECB. Dalam konteks ini, skenario teknikal mengindikasikan peluang untuk posisi jual jika harga tetap berada di sekitar level saat ini.
Rencana trading untuk skenario jual adalah membuka posisi sell EURUSD dengan open sekitar 1.1775, target profit 1.1650, dan stop loss 1.1850. Rasio risiko terhadap imbalan sekitar 1:1.67, sesuai dengan kriteria minimal 1:1.5, sehingga memberikan peluang reward yang lebih besar dari risiko.
Pastikan untuk mengikuti rilis inflasi AS dan komentar ECB secara berkala. Perdagangan berisiko, lakukan manajemen posisi secara disiplin dan sesuaikan strategi sesuai perubahan sentimen pasar. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar dan membuat keputusan yang lebih informasi.