
Inflasi Zona Euro mulai melambat, meski data HICP dari negara utama masih akan diawasi ketat oleh pasar. Perkembangan ini meningkatkan peluang ECB untuk mengubah sikap kebijakan, terutama terkait tingkat suku bunga yang berlaku. Pemberitaan inflasi yang lebih lemah membuat pelaku pasar menilai bahwa sikap kebijakan moneter zona euro bisa berubah lebih fleksibel.
Di Jerman, Prancis, dan Italia, laju inflasi menunjukkan penurunan yang lebih tajam dibandingkan ekspektasi pasar. Jerman mencatat inflasi Juni 2.3% dibandingkan 2.6% pada Mei, yang juga lebih rendah dari proyeksi sekitar 2.5%. Kondisi ini menekan kemungkinan ECB mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam waktu dekat.
EUR/USD terlihat melemah karena dolar AS menguat akibat kekhawatiran pasar terkait dinamika geopolitik dan kebijakan moneter AS. CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 67% untuk kenaikan suku bunga pada September, yang menambah tekanan terhadap euro.
Pengetatan kebijakan AS dan nada hawkish pasar turut mendukung Greenback. Investor menimbang peluang kenaikan suku bunga pada September sebagai pendorong utama arah dolar terhadap euro. Selain itu, para pelaku pasar menilai data ekonomi AS sebagai katalis bagi pergerakan pasangan mata uang utama.
Ketegangan geopolitik juga menjadi overhead bagi pasar. Proses negosiasi AS-Iran di Doha berada di bawah bayangan setelah kedatangan beberapa negosiator utama ke Qatar untuk bertemu mediator. Prospek resolusi yang lebih cepat tampak muram sehingga premia risiko tetap tinggi.
Faktor-faktor ini menjaga mood risk-off dan mendorong dolar tetap kuat. Pasar juga menanti pidato Ketua Federal Reserve serta dinamika kebijakan di Forum ECB Sintra untuk petunjuk arah selanjutnya.
Data ekonomi AS yang menjadi fokus antara lain ADP private payrolls dan ISM Manufacturing PMI, yang akan dirilis pada hari ini, diikuti laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Kamis. Angka-angka ini berpotensi memperkuat atau meredam ekspektasi pasar mengenai jalur kenaikan suku bunga.
Reaksi pasangan EURUSD akan sangat bergantung pada bagaimana data tersebut mengekspos kekuatan ekonomi AS. Jika data menunjukkan performa solid, potensi apresiasi dolar bisa menguat, menekan EUR/USD lebih lanjut. Sebaliknya jika data AS mengecewakan, tekanan turun pada USD dapat menguatkan euro secara terbatas.
Strategi perdagangan yang konsisten dengan saat ini adalah posisi jual EURUSD dengan level open di sekitar 1.1390, target keuntungan 1.1250, dan stop loss 1.1450. Rasio risiko terhadap imbalan lebih dari 1:1.5 dan selaras dengan narasi fundamental yang diuraikan di atas. Perlu diingat bahwa konteks pasar bisa berubah dengan data terbaru.