EUR/USD telah menunjukkan penurunan setelah rally di akhir Januari. Pasangan mata uang ini turun sekitar 2,5% menuju level pembukaan 2026, menandai pembalikan yang cukup kuat dari puncak intra-hari. Laporan ini merangkum bagaimana pergerakan teknikal dan pandangan pasar saat ini mencerminkan dinamika inflasi dan tekanan kebijakan yang sedang berlangsung.
Data inflasi zona euro yang lebih lemah telah meningkatkan spekulasi mengenai pemotongan suku bunga oleh ECB, meskipun masih ada ketidakpastian soal masa jabatan Lagarde dan potensi pengaruh calon pengganti. Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa pelaku pasar menimbang bagaimana inflasi, harga energi, dan dinamika upah akan memandu langkah kebijakan ke depan.
Namun, fokus utama tetap pada dinamika inflasi relatif terhadap target. Meskipun ada spekulasi tentang siapa yang memimpin bank sentral, pengaruh kebijakan lebih didorong oleh perbedaan inflasi terhadap target daripada isu kepemimpinan. Pasar tetap berada di bawah tekanan volatilitas karena berita politik dan data ekonomi yang fluktuatif. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Data inflasi yang lebih lemah memperkuat harga pasar untuk kemungkinan pemotongan suku bunga ECB di masa mendatang. Dampaknya, EUR bisa terus melemah jika inflasi tetap menunjukkan tekanan turun dan prediksi pemangkasan menjadi lebih umum. Kebijakan ECB diperkirakan tetap hati-hati dalam jangka pendek meskipun risiko pemotongan tetap ada.
Analisis menunjukkan bahwa penurunan inflasi terkait dengan pelemahan harga minyak mentah dan pelambatan pertumbuhan upah memberikan ruang bagi ECB untuk menjaga kebijakan longgar. Meski demikian, jika inflasi bergerak lebih rendah dari ekspektasi, pelaku pasar bisa menuntut langkah yang lebih agresif. Risiko pemotongan lebih lanjut tetap ada sepanjang tahun.
Pandangan umum adalah ECB mungkin menahan arah kebijakan untuk saat ini, meskipun risiko terhadap proyeksi kebijakan adalah pemotongan lagi di masa depan. Komunikasi pejabat bank sentral dan pernyataan yang jelas akan menjadi kunci untuk mengarahkan pergerakan EUR/USD. Faktor-faktor ini menjadikan jalur pasangan mata uang sensitif terhadap data inflasi dan komentar pejabat ECB.
Meski spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Lagarde meningkat, fokus pasar tetap pada inflasi relatif terhadap target sebagai pendorong utama kebijakan. Pelaku pasar tetap meyakini bahwa perbedaan inflasi terhadap target akan menentukan arah kebijakan, bukan soal siapa yang memimpin.
Ragam faktor fundamental seperti perubahan harga energi, harga minyak, dan tekanan biaya tenaga kerja memainkan peran penting dalam jalur kebijakan ECB. Jika inflasi terus berada di bawah target, peluang pemotongan bisa menguat; sebaliknya, jika inflasi meningkat, ECB bisa menunda langkah atau mempertimbangkan pengetatan.
Secara keseluruhan, prospek EUR/USD akan bergantung pada data inflasi dan arah kebijakan ECB sepanjang tahun ini. Narasi risiko volatilitas tetap ada mengingat situasi politik dan ekonomi global yang tidak pasti.