Data inflasi zona euro untuk Maret menunjukkan tekanan harga yang perlu diwaspadai. HICP direvisi naik menjadi 1.3% MoM, melampaui ekspektasi 1.2% dan memperkuat momentum inflasi bulanan. Revisi YoY menjadi 2.6% menandai level tertinggi sejak Juli 2024.
Di sisi inti, inflasi inti YoY direvisi menjadi 2.3%, sedikit di bawah perkiraan 2.4% yang semula. Meski demikian, kenaikan indeks harga umum menunjukkan bahwa harga energi menjadi faktor penggerak utama. Perkembangan ini menambah kompleksitas bagi kebijakan ECB dalam menakar timing langkah selanjutnya.
Pertemuan kebijakan ECB yang dijadwalkan akhir bulan menjadi fokus utama bagi pasar. Para pejabat menekankan perlunya pendekatan yang lincah dan tidak memiliki bias terhadap pengetatan, meski ada dorongan dari pasar untuk kenaikan dua kali 25 basis poin tahun ini. Berita ini menempatkan EURCHF dalam posisi lebih sensitif terhadap data inflasi dan komentar pejabat ECB.
Minutes SNB yang dirilis menunjukkan pandangan ekonomi Swiss yang lebih tidak pasti akibat perang di Timur Tengah. Proyeksi pertumbuhan GDP Swiss diperkirakan sekitar 1% pada 2026 dan 1.5% pada 2027, meski aktivitas ekonomi bisa melemah dalam jangka pendek. Bank sentral juga menilai bahwa apresiasi CHF belakangan telah memperketat kondisi moneter.
Inflasi Swiss diperkirakan meningkat sementara karena faktor energi, tetapi tren jangka menengah tetap menjadi fokus untuk menjaga stabilitas harga. SNB menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini tetap tepat meskipun ketidakpastian meningkat. Ketentuan kondisi pasar valas juga merespons secara terbatas terhadap rilis tersebut.
Dengan data dan pernyataan terbaru, fokus beralih ke bagaimana ECB menanggapi rilis inflasi dan bagaimana pidato pejabat berikutnya bisa mengubah ekspektasi kebijakan. Pasar tidak bereaksi kuat terhadap CHF setelah rilis, menunjukkan bahwa respons mata uang ini lebih bergantung pada pernyataan ECB dan risiko regional. Investor menunggu arahan selanjutnya untuk menilai likuiditas dan volatilitas di pasar FX.