Gelombang optimisme melanda pasar valuta global ketika harapan penyelesaian konflik AS-Iran membayangi layar perdagangan. Laporan menunjukkan Iran bisa mengizinkan kapal melewati Selat Hormuz jika kesepakatan dicapai, sinyal yang menenangkan sentimen risiko. Rupiah berakhir menguat tipis, mencerminkan ekspektasi bahwa gangguan pasokan energi bisa mereda. Cetro Trading Insight menilai dinamika geopolitik sebagai penentu utama volatilitas FX Indonesia dalam beberapa minggu ke depan.
Analisis Ibrahim Assuaibi menekankan bahwa optimisme terhadap negosiasi berjalan beriringan dengan peringatan bahwa tekanan ekonomi terhadap Iran akan meningkat jika negosiasi gagal. Sumber Reuters menyebut opsi jalur pelayaran melalui sisi Oman di Hormuz sebagai hasil negosiasi yang bisa menenangkan arus perdagangan global. Meski peluang stabilisasi ada, pasar tetap menimbang risiko eskalasi dan ketidakpastian kebijakan energi, yang pada akhirnya mempengaruhi kurs rupiah.
Di Indonesia, dinamika arus modal dan struktur ULN menjadi kunci. Pasar menilai bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi oleh faktor global sekaligus kebijakan domestik. Secara umum, tekanan fiskal dan utang luar negeri menjadi faktor penentu arah jangka pendek meskipun daya serap ekonomi domestik tetap solid. Untuk pembaruan komprehensif, pembaca bisa merujuk pada analisis harian kami di Cetro Trading Insight.
Posisi ULN Indonesia Februari 2026 tercatat USD437,9 miliar, naik tipis dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh ULN sektor publik, terutama melalui aliran modal asing dan dukungan instrumen moneter seperti SRBI. Data ini mencerminkan bahwa pembiayaan publik masih bergantung pada instrumen moneter dan aliran modal internasional.
ULN pemerintah akhirnya mencapai USD215,9 miliar dengan pertumbuhan yoy 5,5 persen, sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dipicu oleh komposisi utang yang masih didorong oleh kebutuhan pembiayaan fiskal meskipun ada perubahan pada posisi surat utang. Sementara ULN swasta menunjukkan penurunan yang mencerminkan perubahan preferensi pembiayaan sektor swasta.
Sambil memantau sisi fiskal, defisit APBN pada Maret 2026 tercatat 0,93% dari PDB (Rp240 triliun), melonjak dari 0,40% tahun lalu. Dengan asumsi harga minyak tinggi di USD100 per barel, pemerintah diperkirakan akan merevisi APBN pada Agustus mendatang. Langkah ini berisiko memicu stagflasi jika tidak diimbangi oleh kebijakan kebijakan yang tepat.
Outlook jangka pendek untuk rupiah tetap dipengaruhi faktor eksternal dan volatilitas harga minyak. Perkiraan pergerakan rupiah berada pada rentang Rp17.130– Rp17.170 per dolar AS, menunjukkan pasar menilai risiko volatilitas tetap tinggi.
Secara teknikal, level support sekitar Rp17.11x dan resistance sekitar Rp17.20x bisa menjadi panduan pergerakan. Namun dinamika kebijakan fiskal serta jalur diplomatik bisa menggeser level tersebut jika data ekonomi maupun perkembangan geopolitik berubah.
Sinyal trading dari Cetro Trading Insight: Buy USDIDR dengan open 17138, stop loss 17100, take profit 17240, dengan risk-reward minimal 1:1.5. Jika ada perubahan fundamental yang signifikan terhadap negosiasi Iran-AS, rekomendasi bisa direvisi. Pastikan manajemen risiko menggunakan ukuran posisi yang proporsional dan evaluasi ulang seiring rilis data ekonomi.