
EUR/GBP bergerak datar mendekati area 0.8675 setelah menyentuh rendah 0.8654. Pergerakan ini menghadirkan tekanan beli yang terbatas karena batas bawah dan atas berada di kisaran sempit. Pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi arah dari momentum jangka pendek.
Resistance utama berada di sekitar 0.8680, yang sebelumnya menghentikan rebound dari level 0.8654. Penembusan di atas 0.8680 bisa menambah peluang koreksi ke arah yang lebih tinggi, tetapi volatilitas tetap rendah karena faktor likuiditas dan risiko global yang sedang berubah. Support terdekat berada di sekitar 0.8650-0.8645.
Secara fundamenta teknikal, pasangan ini dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England dan pergerakan dolar AS sebagai aset berbasiskan perlindungan. Ketegangan geopolitik regional dan kekhawatiran biaya energi menambah ketidakpastian, membuat pergerakan di kisaran sempit lebih mungkin terjaga dalam beberapa sesi ke depan.
Data ritel Inggris untuk Maret menunjukkan peningkatan 0.7% dibandingkan Februari, yang turun 0.6% sebelumnya. Angka ini lebih baik dari ekspektasi 0.2%, mengindikasikan rebound konsumsi yang kuat meski basis biaya hidup tetap menjadi tekanan. Sektor ritel inti, yang tidak memasukkan ritel bahan bakar maupun otomotif, naik 0.2% sesuai konsensus.
Di sisi kepercayaan konsumen, indeks GfK menunjukkan penurunan ke level terendah dalam tiga tahun, menambah kekhawatiran terhadap permintaan domestik. Sementara itu, aktivitas bisnis di manufaktur dan jasa masih memperlihatkan ekspansi, tetapi biaya operasional mencapai level tertinggi sejak pencatatan dimulai. Pandangan pasar tetap berhati-hati terhadap prospek BoE dan biaya energi yang membebani pelaku ekonomi.
Hasil data ini memberikan dukungan terbatas bagi Pound terhadap Euro, karena fokus pelaku pasar lebih pada dinamika global dan arah dolar AS. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan domestik yang solid dan tekanan biaya produksi membuat EURGBP terpapar oleh sentimen risiko yang bergejolak serta pergeseran ekspektasi kebijakan moneter di Inggris.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat ketika Teheran merilis rekaman penyitaan kapal melalui Hormuz, sementara Presiden AS mengancam akan bertindak tegas. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor mencari perlindungan pada aset aman seperti dolar AS, yang menguat terhadap beberapa pasangan utama. Efeknya terlihat pada volatilitas mata uang yang cenderung menahan pergerakan EUR dan GBP terhadap dolar.
Selain itu, fokus minggu ini tertuju pada data IFO Jerman untuk April, yang diperkirakan memburuk karena tingginya biaya energi. Penurunan dalam suasana bisnis akan menambah tekanan pada sentimen euro, meskipun dampaknya terhadap EURGBP juga bergantung pada bagaimana risiko geopolitik berkembang. Investor menimbang antara risiko kontinjensi regional dan dinamika kebijakan Eropa.
Secara keseluruhan, eskalasi geo-politik dan data makro yang beragam membentuk landasan volatilitas bagi pasangan EURGBP. Kedua mata uang eur- dan gbp cenderung tertekan oleh pergerakan dolar yang sebagai mata uang safe-haven menguat di tengah ketidakpastian, sehingga arah akhir pasangan ini tetap berada dalam kisaran sempit hingga ada petunjuk kebijakan baru. Artikel ini berasal dari Cetro Trading Insight.