EURJPY bergerak melemah ke sekitar 185.55 pada sesi Eropa pembuka hari ini. Kenaikan Yen terhadap Euro terlihat sebagai respons atas dinamika politik di Jepang. Pasar juga menantikan komentar lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa terkait arah kebijakan moneter di masa mendatang. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini mencerminkan kombinasi faktor teknikal dan faktor fundamental yang saling melengkapi.
Awal pekan menyoroti dinamika mata uang: Yen menguat terhadap satu mata uang utama setelah kemenangan partai berkuasa di Jepang. Para analis mencatat bahwa kebijakan fiskal dan utang publik Jepang menjadi faktor yang menarik investor untuk menimbang arah pasangan EURJPY. Kondisi ini menambah volatilitas di pasar forex menjelang komentar ECB.
Para pelaku pasar menilai bahwa pergerakan awal ini bisa berlanjut jika ada pembaruan dari kebijakan ekonomi Jepang atau data penting lainnya. Beberapa faktor teknikal juga menunjukkan adanya tekanan ke arah level 185.00–186.00, meskipun area tersebut belum tertembus secara definitif. Mengingat konteksnya, para pelaku pasar menunggu sinyal lebih jelas dari data ekonomi dan pernyataan bank sentral.
Kemenangan LDP menambah tekanan fiskal dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah akan membiayai program belanjanya. Rencana pemotongan sementara pajak penjualan makanan yang diusulkan bulan lalu memperburuk kekhawatiran atas defisit fiskal dan pembiayaan belanja negara. Dalam konteks EURJPY, kekhawatiran fiskal Jepang berpotensi menambah volatilitas pasangan mata uang.
Utang pemerintah Jepang tetap menjadi fokus utama investor. Proyeksi defisit dan beban utang bisa mempengaruhi imbal hasil obligasi Jepang serta aliran modal asing. Ketidakpastian fiskal meningkatkan pergeseran sentimen yang dapat mendorong EURJPY ke tekanan tambahan.
Dari segi teknikal, beberapa analis menyatakan bahwa pergerakan EURJPY lebih dipengaruhi oleh perubahan kebijakan fiskal dan sentimen pasar dibandingkan data ekonomi singkat. Titik support dan resistance utama terpantau di kisaran yang relevan jika likuiditas tetap terjaga. Pasar pun menantikan klarifikasi kebijakan Jepang dan langkah ECB untuk menentukan arah berikutnya.
ECB mempertahankan suku bunga acuan di 2.0% pada pertemuan terakhir, menunjukkan konsistensi kebijakan yang diharapkan pasar. Posisinya menekankan fokus pada kestabilan harga dan kapasitas ekonomi, sambil menimbang sinyal dari data ekonomi terbaru. Pasar menilai keputusan ini sebagai fondasi untuk langkah kebijakan berikutnya, mengingat pendekatan data-driven tetap menjadi arahan utama.
Presiden Christine Lagarde menegaskan bahwa ECB akan tetap menggunakan pendekatan berbasis data dan evaluasi per pertemuan dalam menentukan arah kebijakan. Lagarde menekankan bahwa ECB tidak akan mengikat jalur suku bunga ke jalur tertentu di masa depan. Pasar memperhatikan pernyataan tersebut sebagai tanda kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Survei Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan kebijakan tidak berubah sepanjang 2026. Pasar forex menimbang dampak pernyataan ECB terhadap pasangan EURJPY dan likuiditas pasar yang berubah-ubah. Arah jangka panjang EURJPY tetap bergantung pada dinamika kebijakan fiskal Jepang dan keputusan kebijakan di zona euro.