EURJPY bergerak lebih tinggi setelah yen Jepang melemah akibat kekhawatiran fiskal serta dinamika politik domestik. Pergerakan ini memperlihatkan respons pasar terhadap risiko fiskal yang berlarut. Meski euro mendapat momentum teknikal, tekanan inflasi yang melandai dan sikap hati-hati ECB membatasi potensi kenaikan mata uang tunggal tersebut.
Hingga saat ini, EURJPY diperdagangkan sekitar 185,10, dengan kenaikan sekitar 0,55% pada hari itu, sehingga kembali menguasai level 185. Pendorong utama adalah kelemahan berkelanjutan pada yen, yang mencerminkan prospek fiskal Jepang dan ketidakpastian politik menjelang pemilihan mendadak di majelis rendah. Investor menimbang risiko intervensi terkoordinasi Jepang-AS meski sikap BoJ yang kurang hawkish menahan depresiasi lebih lanjut.
Di sisi kebijakan, sinyal fiskal expansif Jepang meningkatkan kekhawatiran atas keberlanjutan utang publik. Beberapa pernyataan PM awalnya diartikan mendukung yen yang lebih lemah untuk ekspor, lalu klarifikasi komentarnya memberi konteks yang berbeda. Meski demikian, ketidakpastian seputar intervensi antara Jepang dan AS serta sikap BoJ menjaga depresiasi yen tetap terbatas.
Di kawasan euro, data makro menunjukkan dinamika yang beragam. PMI Jasa Zona Euro turun menjadi 51,6 pada Januari, terendah empat bulan dan berada di bawah ekspektasi pasar. Revisi PMI Jerman juga menunjukkan aktivitas di ekonomi terbesar kawasan ini masih lesu.
Seiring itu, tekanan harga terus mereda. Indeks Harga Konsumen Harmonized (HICP) Zona Euro naik 1,7% YoY pada Januari, sesuai proyeksi namun menurun dari 1,9% pada Desember. Inflasi inti tetap stabil di sekitar 2,3%, memperkuat argumentasi bahwa jalur kebijakan moneter akan tetap berhati-hati.
Dalam laporan terbarunya, Deutsche Bank memperkirakan ECB kemungkinan mempertahankan suku bunga hingga 2026, dengan langkah berikutnya kemungkinan pada 2027. Jalur kebijakan 2026 diperkirakan bergantung pada keseimbangan faktor eksternal dan internal. Tim riset menekankan bahwa ketahanan domestik diproyeksikan mendominasi arah kebijakan menuju peningkatan suku bunga pada 2027.
Dalam pandangan teknikal dan fundamental, dinamika EURJPY lebih dipengaruhi oleh kelemahan struktural yen daripada kekuatan euro. Ketidakpastian fiskal Jepang dan pasar politik menjelang pemilihan menambah tekanan pada yen dan mendukung ekuilibrium pasangan ini. Namun, pergerakan jangka pendek tetap tergantung pada bagaimana pasar menilai risiko fiskal Jepang dan respons kebijakan domestik.
Intervensi korespondensi antara Jepang dan Amerika Serikat tetap menjadi faktor risiko yang dapat mengubah arah pergerakan. Pasar juga mencermati sikap kebijakan Bank of Japan yang belum agresif dalam hal depresi nilai tukar. Di sisi lain, indikator Zona Euro yang rapuh dan prospek inflasi yang mereda menyediakan konteks bagi euro untuk tetap dibatasi penguatannya.
Secara keseluruhan, EURJPY berpotensi tetap mendapat dukungan saat ketidakpastian fiskal Jepang berlanjut, meskipun fondamen zona euro tetap rapuh. Risiko dan peluang akan bergantung pada dinamika politik Jepang, arah intervensi kebijakan, serta perubahan harapan terhadap kebijakan ECB. Artikel ini disiarkan oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami konteks pasar dan menetapkan ekspektasi risiko.