
Euro menguat terhadap Yen karena ekspektasi bahwa ECB akan menambah kenaikan suku bunga tahun ini. Pada hari Kamis, ECB menaikkan suku bunga utama sebesar 25 basis poin, sesuai prediksi pasar, dan EURJPY diperdagangkan mendekati level 185,45 JPY dalam sesi Eropa. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sikap kebijakan moneter di zona euro tetap lebih tegas dibandingkan beberapa mitra utama.
Sejumlah analis, termasuk Deutsche Bank, memperkirakan satu langkah lagi pada September setelah kenaikan 25 bps tersebut. Pasar juga menimbang bahwa inflasi jangka pendek masih menunjukkan tekanan yang perlu diatasi melalui kebijakan yang lebih ketat. Hal ini memicu spekulasi bahwa siklus kenaikan suku bunga ECB belum tuntas.
Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan komitmen bank sentral untuk tetap waspada terhadap risiko inflasi, sambil memantau ukuran serta durasi lonjakan harga energi. Kondisi geopolitik yang sedang berkembang turut menambah kompleksitas kebijakan moneter. Imbasnya, para pelaku pasar memantau pergerakan EURJPY sebagai indikasi arah kebijakan zona euro.
BoJ diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1% pada Selasa, sesuai proyeksi pasar. Rapat kebijakan berlangsung tanpa kehadiran Gubernur BoJ Kazuo Ueda karena ia dirawat di rumah sakit, sehingga dinamika keputusan menjadi lebih menantang bagi investor. Fakta ini membuat fokus pasar tertuju pada sinyal kebijakan yang akan disampaikan pejabat BoJ.
Yen melemah terhadap sebagian besar mata uang utama menjelang keputusan BoJ. Menurut jajak Reuters, BoJ diperkirakan menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1% pada rapat tersebut, menambah unsur ketidakpastian karena jam kebijakan beriringan dengan ketidakhadiran Ueda.
Jika BoJ memberikan sinyal hawkish meski tanpa kehadiran Ueda, volatilitas EURJPY bisa meningkat karena pergeseran kebijakan divergen antara ECB dan BoJ. Market participants akan menilai bagaimana komentar pejabat BoJ menimbang prospek inflasi dan pertumbuhan. Risiko pasar utama adalah pergeseran ekspektasi kebijakan di kedua bank sentral.
Kondisi ini menambah volatilitas bagi EURJPY, sehingga trader disarankan memantau rilis data inflasi Eropa, pernyataan dari Lagarde, dan dinamika geopolitik terkini. Perspektif fundamental menunjukkan bahwa perbedaan kebijakan moneter antara ECB dan BoJ menjadi penggerak utama pasangan ini. Cetro Trading Insight menyoroti pentingnya konteks makro untuk memahami gerak pasangan guna menghindari kesalahan umum.
Analisis skenario menunjukkan bahwa jika ECB tetap bersikap hawkish dan BoJ mengisyaratkan jalur kenaikan lebih lanjut, arah pasangan akan bergantung pada bagaimana pedagang menafsirkan kejutan kebijakan. Manuver teknikal juga akan dipengaruhi oleh level support-resistance yang relevan dan likuiditas pasar pada sesi-sesi utama.
Menurut Cetro Trading Insight, fokus utama adalah manajemen risiko yang matang dan penetapan ekspektasi rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Disarankan untuk memanfaatkan level support dan resistance kunci serta menjaga ukuran posisi sesuai toleransi risiko. Artikel ini menekankan bahwa investasi jangka pendek pada EURJPY memerlukan disiplin dan evaluasi kontinu terhadap perkembangan ECB dan BoJ, tanpa mengandalkan satu sinyal tunggal.
| Kebijakan | Pengaruh terhadap EURJPY |
|---|---|
| ECB menaikkan suku bunga | Memperkuat EUR dan berpotensi mendorong EURJPY naik jika BoJ tidak menaikkan secara agresif |
| BoJ menaikkan suku bunga | Menambah tekanan pada Yen dan meningkatkan volatilitas EURJPY |