EURJPY diperdagangkan sekitar 183.70 pada Jumat, terdorong oleh kelemahan berkelanjutan terhadap Yen Jepang. Data pertumbuhan Zona Euro melampaui ekspektasi, memperkuat sentimen positif terhadap ekonomi kawasan. Pergerakan pasangan ini mencerminkan dukungan makro yang relatif kuat bagi euro dan tekanan yang berkelanjutan pada mata uang JPY.
Pertumbuhan Jerman pada kuartal terakhir menunjukkan pemulihan, dengan output GDP pendahuluan naik 0.3% QoQ dan 0.4% YoY. Pada tingkat Zona Euro, pertumbuhan QoQ mencapai 0.3% dan pertumbuhan tahunan 1.4%, disertai penurunan pengangguran menjadi 6.2% pada Desember. Data tersebut memperkuat narasi stabilitas tenaga kerja serta momentum ekonomi yang mendukung euro.
Kekhawatiran terkait daya saing ekspor Eropa dan potensi pelonggaran kebijakan kemudian menjadi fokus pasar. ECB dihadapkan pada dilema antara mempertahankan kebijakan sebagai respons terhadap inflasi dan menimbang potensi pemotongan suku bunga jika tekanan harga melemah. Jika narasi disinflasi ini menguat di kalangan pembuat kebijakan, potensi kenaikan mata uang tunggal bisa terbatas meski data dasar mendukung euro.
Di sisi Jepang, Yen tertekan oleh data inflasi Tokyo yang lebih lemah dari ekspektasi. IHK Tokyo turun tajam di Januari, menunjukkan berkurangnya tekanan inflasi berbasis permintaan. Kondisi ini mengurangi urgensi bagi Bank of Japan untuk melanjutkan kebijakan pengetatan meskipun ada langkah kenaikan suku bunga baru-baru ini.
Selain itu, kekhawatiran fiskal dan dinamika politik terkait arah ekonomi pemerintah serta agenda pemilihan umum mendatang menambah volatilitas pada mata uang Jepang. Pasar menilai risiko bahwa respons kebijakan bisa berubah tergantung pada kapan BoJ akan mengumumkan langkah selanjutnya. Ketidakpastian ini menjaga volatilitas EURJPY tetap tinggi di jangka pendek.
Secara umum, perbedaan dinamika makro antara Zona Euro yang relatif lebih tangguh dan Jepang yang menghadapi inflasi melambat terus membentuk arah pasangan mata uang tersebut. Pasar terus menimbang sinyal masa depan dari kedua bank sentral, dengan fokus pada ketidakseimbangan kebijakan antara ECB dan BoJ. Meskipun demikian, kekuatan euro tetap menjadi pendorong utama pergerakan pasangan ini.
Berdasarkan gambaran makro di atas, terdapat bias bullish jangka pendek untuk EURJPY berangkat dari posisi sekitar 183.70. Sentimen terkait perbedaan kebijakan dan dinamika inflasi memberikan peluang kenaikan harga, meski volatilitas tetap tinggi karena faktor kebijakan. Risiko teknikal dan kejutan data ekonomi perlu diperhitungkan dalam manajemen risiko.
Setup trading yang relevan adalah membeli EURJPY di sekitar 183.70 dengan target sekitar 184.40 dan stop loss di 183.30. Rasio risiko-untung sekitar 1:1.75 memenuhi kriteria minimal 1:1.5 yang sering dipakai trader. Saran ini tetap memerlukan penyesuaian jika volatilitas pasar meningkat atau narasi kebijakan berubah.
Di bawah skenario ini, kebijakan moneter kedua bank sentral tetap menjadi faktor utama. Pemantauan rilis data ekonomi utama di Zona Euro dan potensi kejutan kebijakan BoJ perlu menjadi bagian dari manajemen posisi. Artikel ini menekankan pentingnya penyesuaian posisi jika ada perubahan pada narasi inflasi dan pertumbuhan di kedua wilayah.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Pair | EURJPY |
| Open | 183.70 |
| TP | 184.40 |
| SL | 183.30 |
| Sinyal | Buy |