EUR/JPY melemah ke sekitar 185,55 pada pembukaan sesi Eropa, didorong oleh dinamika politik Jepang dan sikap kebijakan Bank Sentral Eropa. Pemilihan umum Jepang memberikan LDP mayoritas mutlak di rumah rendah, yang memicu pelemahan yen terhadap euro pada awal perdagangan. Pasar menilai bahwa perubahan politik domestik memperkuat risiko fiskal dan belanja pertahanan Negeri Matahari Terbit.
Kemenangan telak LDP meningkatkan kekhawatiran mengenai utang publik Jepang dan pembiayaan program belanjanya, sehingga beberapa pelaku pasar menjual yen lebih lanjut. Di sisi lain, aksi ambil untung juga terlihat, membatasi pergerakan yen meski tekanan awal tetap ada. Pergerakan ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen bisa bergerak dalam pasangan mata uang lintas yen ketika faktor fiskal dan politik saling bertemu di pasar global.
ECB juga menjadi faktor penting dalam gambaran ini. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa bank sentral akan mempertahankan pendekatan berbasis data dan evaluasi pertemuan demi pertemuan. Pasar menantikan arah kebijakan selanjutnya seiring ECB mempertahankan suku bunga acuannya, meski sinyal belum mengarah pada jalur kenaikan tetap untuk saat ini.
ECB mempertahankan suku bunga acuannya di 2,0% untuk pertemuan kelima berturut-turut, sesuai ekspektasi pasar. Lagarde menegaskan bahwa kebijakan akan tetap data-driven tanpa komitmen pada jalur bunga tertentu. Pesan ini menambah ketidakpastian bagi trader yang mencari arah pasti di pasangan EURJPY, terutama menjelang rilis data ekonomi utama dari zona euro.
Di Jepang, hasil pemilihan memberi LDP posisi kuat di parlimen, namun juga memicu kekhawatiran atas dampak fiskal dan beban utang publik. Pasar menilai bahwa langkah-langkah fiskal dan belanja pertahanan mungkin akan didanai melalui peningkatan defisit, sehingga yen berisiko mengalami volatilitas lanjut. Ketidakpastian kebijakan Jepang dapat menjaga volatilitas EURJPY dalam kisaran menengah.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor fundamental dari kebijakan moneter ECB dan dinamika politik Jepang berarti EURJPY berisiko turun jika tekanan fiskal Jepang berlanjut. Trader sebaiknya menyusun rencana manajemen risiko dengan target harga yang realistis, memperhatikan indikator teknikal serta perkembangan data ekonomi, dan mengaitkan aliran modal global dengan sentimen risiko pasar. Cetro Trading Insight merekomendasikan penilaian risiko yang cermat dan kepatuhan pada rencana trading untuk menjaga kestabilan portofolio.
Untuk trader yang mempertimbangkan posisi jual, pergerakan EURJPY bisa berlanjut jika tekanan fiskal Jepang tetap menjadi fokus pasar. Pengelolaan risiko mutlak diperlukan, dengan stop loss yang cukup luas untuk menahan volatilitas yang bisa muncul akibat pernyataan politik dan data ekonomi.
Konfirmasi teknikal juga penting; trader disarankan memantau area support sekitar 183,5–184,0 dan melihat reaksi harga terhadap level tersebut. Gunakan kombinasi indikator dan harga untuk menghindari sinyal palsu dalam situasi volatilitas tinggi.
Dengan pendekatan yang disiplin, trader bisa memanfaatkan peluang secara terukur. Cetro Trading Insight menyarankan agar keputusan trading selalu selaras dengan rencana yang telah ditetapkan dan menghindari overtrading ketika sentimen pasar tidak jelas.