EURJPY turun di sekitar 183.50 seiring Yen menguat, waspada intervensi Jepang dan dampak data Zona Euro terhadap Kebijakan ECB

trading sekarang

EURJPY diperdagangkan sekitar 183.50 pada perdagangan Rabu, turun sekitar 0,6 persen, seiring Yen menguat. Pergerakan ini mencerminkan kehati-hatian pasar menghadapi potensi intervensi resmi oleh otoritas Jepang yang bisa mengubah dinamika likuiditas di pasar valuta asing.

Laporan menunjukkan MOF mungkin telah mengalokasikan sekitar ¥5,48 triliun untuk mendukung Yen setelah USD/JPY menembus level 160.00 yang psikologis. Beberapa analis berpendapat bahwa penurunan USD/JPY baru-baru ini juga sesuai dengan intervensi implisit lain yang dilakukan secara diam-diam.

Namun, pembeli Yen tetap berhati-hati karena belum ada konfirmasi intervensi resmi. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan kesiapan Tokyo untuk mengambil langkah tegas terhadap pergerakan spekulatif di pasar valuta asing, sesuai perjanjian dengan AS. Seorang mantan pejabat juga memperingatkan tindakan lebih lanjut bisa terjadi selama periode Golden Week.

Data harga produsen Zona Euro menunjukkan tekanan inflasi yang tetap tinggi, dengan PPI YoY March sebesar 2,1%, lebih tinggi daripada ekspektasi pasar meski turun dari level sebelumnya; lonjakan bulanan 3,4% adalah yang tertinggi dalam hampir empat tahun.

Angka-angka ini memperkuat kekhawatiran mengenai inflasi yang membandel dan meningkatkan peluang bahwa ECB akan melanjutkan kebijakan pengetatan. Sementara itu, tanda-tanda perlambatan aktivitas menambah kekhawatiran bahwa laju kenaikan suku bunga bisa melambat jika pertumbuhan tetap melemah.

Presiden Bundesbank Joachim Nagel menyatakan bahwa kenaikan suku bunga bisa terjadi secepat Juni jika prospek inflasi tidak membaik. Data aktivitas menunjukkan dinamika yang bertolak belakang: final HCOB Services PMI April direvisi menjadi 47,6, sementara Composite PMI berada di 48,8, keduanya menandai kontraksi ekonomi di Zona Euro.

Kondisi pasar tetap berhati-hati karena adanya potensi intervensi Yen yang bisa mengubah jalur perdagangan EURJPY dalam waktu dekat. Para pelaku pasar juga memantau bagaimana sinyal kebijakan ECB muncul dari rilis data inflasi dan indikator aktivitas yang lemah namun tetap relevan bagi proyeksi suku bunga.

Analisis risiko menunjukkan bahwa kombinasi pertumbuhan yang melambat dan tekanan inflasi meningkatkan risiko stagflation. Jika pasar melihat bahwa ECB perlu membatasi pengetatan karena pertumbuhan melambat, euro berpeluang untuk underperform terhadap mata uang utama lainnya.

Secara umum, pasar menantikan konfirmasi terkait intervensi Jepang sambil mencerna data Zona Euro. Kondisi ini membuat EURJPY sensitif terhadap pernyataan kebijakan dan kejutan data, meskipun belum ada sinyal trading yang jelas untuk masuk atau keluar pada saat ini.

banner footer