EURJPY berada di sekitar 182.60 pada hari Kamis, mencatat penurunan tipis sekitar 0.14% sepanjang sesi perdagangan. Pergerakan ini mencerminkan tekanan bagi pasangan tersebut karena pasar menimbang risiko geopolitik yang menonjol saat ini. Kondisi teknikal menunjukkan jenuh jual di beberapa level, meskipun bisa berubah jika sentimen berbalik.
Permintaan aset pelindung nilai meningkat, mendorong Yen Jepang menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Kondisi ini memperbesar risiko penurunan bagi pasangan mata uang, khususnya saat risiko geopolitik meningkat. Investor cenderung mengaplikasikan sikap berhati-hati dengan mencari peluang di aset yang dianggap lebih aman.
Dalam lingkungan risk-off, para pelaku pasar menilai faktor-faktor makro secara hati-hati, yang menambah volatilitas EURJPY. Ketidakpastian geopolitik membatasi potensi penguatan bagi euro dan menjaga yen tetap kuat terhadap pasangan utama. Arah pergerakan lebih bergantung pada dinamika kebijakan moneter di Jepang dan zona euro serta perkembangan harga energi global.
Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, mengisyaratkan bahwa BoJ bisa mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika kondisi ekonomi dan inflasi memungkinkan. Pernyataan ini menambah spekulasi mengenai arah kebijakan moneter Jepang di tengah pelemahan yen. Komentar ini bersifat hati-hati dan tidak menunjukkan perubahan kebijakan yang mendesak.
Meskipun ada peluang, pasar luas memperkirakan BoJ akan mempertahankan kebijakan tidak berubah pada pertemuan Maret karena ketidakpastian terkait konflik geopolitik dan volatilitas harga energi. Dengan demikian, tekanan pada EURJPY bisa tetap terbatas kecuali data ekonomi Jepang berubah secara signifikan. Investor menimbang risiko lendir terhadap sikap moneter BoJ di waktu mendatang.
Di pihak Eropa, para pejabat ECB menekankan kehati-hatian dalam penetapan kebijakan. Beberapa anggota mengkomentari bahwa fokus saat ini adalah memantau pergerakan harga energi dan dampak konflik regional terhadap inflasi. Sinyal kebijakan yang konservatif menunjukkan bahwa langkah signifikan di luar garis saat ini masih dibahas, menciptakan ketidakpastian bagi EURJPY.
Data ritel zona euro Januari menunjukkan penurunan 0.1% secara MoM, mengejutkan para analis yang sebelumnya memperkirakan kenaikan. Penurunan ini mengindikasikan perlambatan konsumsi rumah tangga di awal tahun dan menambah tekanan pada prospek pertumbuhan. Kombinasi antara volatilitas energi dan sinyal konsumsi perlu diawasi lebih lanjut.
Namun, secara tahunan, penjualan ritel meningkat 2%, melebihi ekspektasi 1.7%, menunjukkan ketahanan ekonomi meskipun pembacaan bulanan lemah. Angka ini menambah narasi bahwa ekonomi zona euro masih bisa menghindari perlambatan drastis. Hal ini juga memberi laju bagi diskusi kebijakan ECB dalam beberapa bulan ke depan.
Kenaikan harga energi dan minyak yang relatif tinggi baru-baru ini memperkuat kekhawatiran inflasi, meskipun data ritel bulanan tidak konsisten dengan dinamika tersebut. Pembacaan ini menambah tekanan bagi ECB untuk menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan dengan stabilitas harga. Pasar meningkatkan fokus pada bagaimana perubahan kebijakan eurozone akan mempengaruhi EURJPY dalam jangka menengah.