BNP Paribas memperkirakan Zona Euro tumbuh 1.6% pada 2026, dengan laju kuartalan sekitar 0.5%. Inflasi diperkirakan tetap di bawah target 2%. Analisis ini, yang disusun dengan bantuan alat AI dan divalidasi editor, menekankan momentum makroekonomi yang stabil untuk tahun depan bagi para pelaku pasar.
Faktor penopang utama adalah aktivitas yang lebih kuat dan langkah fiskal di Jerman, ditambah peningkatan belanja militer. Kebijakan fiskal yang lebih agresif diperkirakan tidak hanya mendorong pertumbuhan tetapi juga menambah permintaan domestik. Perbaikan kebijakan ini menjadi kerangka bagi ekspektasi ECB untuk menormalisasi kebijakan secara bertahap.
Dalam konteks nilai tukar, analisis menilai bahwa pertumbuhan Eropa yang lebih kuat dibanding AS dapat mendukung peningkatan bertahap EUR/GBP dan pelemahan dolar terhadap euro. Proyeksi akhir 2026 menunjukkan EUR/GBP sekitar 1.20 pada Q4 2026, sejalan dengan dinamika pertumbuhan dan policy mix yang diharapkan.
Proyeksi pertumbuhan yang stabil memperkuat ekspektasi bahwa inflasi tetap rendah di 2026, meski ada risiko kenaikan pada 2027 yang moderat. Hal ini penting karena ECB mungkin menaikkan suku bunga kebijakan pada paruh kedua 2027 hingga 2.5% pada fasilitas deposito.
Pergeseran struktural dalam kebijakan publik Eropa, seiring dengan perlambatan AS saat ini, meningkatkan peluang pengetatan kebijakan dan mengubah dinamika imbal hasil di pasar mata uang dan obligasi.
Selain itu, proyeksi bahwa dolar melemah terhadap euro memperkuat narasi bahwa EUR/USD akan menguat dalam jangka menengah. Meskipun fokus analisis ada pada zona euro, implikasinya meluas pada pasangan silang seperti EUR/GBP yang diperkirakan naik menuju kisaran 1.20 hingga akhir 2026.
Bagi investor, narasi BNP Paribas menegaskan bahwa dinamika pertumbuhan zona euro dan kebijakan ECB menjadi penentu utama arah mata uang utama. Ini membuka peluang bagi posisi jangka menengah pada pasangan mata uang utama seperti EUR/GBP, asalkan manajemen risiko diterapkan secara disiplin.
Karena artikel ini menekankan kerangka fundamental, sinyal perdagangan yang spesifik tidak dapat ditarik tanpa harga eksekusi atau level teknikal. Cetro Trading Insight merekomendasikan evaluasi risiko yang terukur dan pemantauan data inflasi serta pernyataan kebijakan ECB untuk memvalidasi peluang.
Secara keseluruhan, narasi ini menggambarkan bagaimana pertumbuhan zona euro yang lebih kuat dibanding AS dapat mendorong pelemahan dolar dan apresiasi euro terhadap pound. Investor bisa menyesuaikan eksposur FX secara proporsional dengan target risiko yang sejalan strategi jangka menengah.