
EUR/USD telah melemah sekitar 0.7% sepanjang minggu ini, mendekati level terendah 11 bulan. Kenaikan imbal hasil US Treasury dan ketidakpastian terkait kesepakatan damai AS-Iran menjadi pendorong utama dolar. Investor menimbang langkah Federal Reserve yang kemungkinan lebih agresif di sisa tahun ini, dengan pasar menilai peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Di zona euro, data PMI awal Juni sedikit lebih baik dari ekspektasi secara keseluruhan, namun data Jerman mengecewakan dan membatasi optimisme terhadap prospek regional. Rilis data menunjukkan aktivitas bisnis masih berada di kerangka yang lembut meski ada sinyal perbaikan kecil pada beberapa komponen. Gambaran ini membuat mata pasar tetap berhati-hati menghadapi sisa triwulan.
Harga EURUSD telah menembus area sekitar 1.1400 untuk pertama kalinya tahun ini dan saat penulisan ini mencoba level rendah Juli 2025 di sekitar 1.1391. Kondisi teknikal membangun sentimen bearish meskipun ada variasi dalam laju harga. Pasar tampak menimbang dinamika geopolitik, kebijakan moneter, dan arus likuiditas global dalam beberapa sesi terakhir.
Indikator teknikal menunjukkan tekanan jual yang berkelanjutan. RSI hampir semua rentang waktu berada di wilayah oversold, menandakan kondisi jual yang telah melampaui batas tertentu tetapi juga memperingatkan potensi rebound jika sentimen berubah. MACD berada di wilayah negatif, menggarisbawahi momentum downside yang masih dominan dengan ruang koreksi yang terbatas.
Area target downside berikutnya berada di sekitar 1.1328, yang merupakan level 261.8% retracement dari reli pertengahan Juni. Jika tembus, level berikutnya berada di sekitar 1.1220 yang mencatatkan low Mei–Juni 2025. Kedua target ini menjadi fokus bagi trader yang mengacu pada pola retracement dan penguatan tren menurun.
Di sisi atas, resistance awal terlihat mendekati ketinggian Senin sekitar 1.1475, dengan kisaran 1.1500 sebagai zona halangan penting. Penembusan berkelanjutan ke atas area ini akan mengangkat peluang untuk menguji level tinggi bulanan berikutnya di sekitar 1.1620. Namun, arah utama tetap terlihat bearish saat ini berdasarkan struktur harga dan indikator momentum.
Rencana perdagangan yang diinformasikan di artikel ini adalah posisi jual (sell) dekat level pembukaan sekitar 1.1392 dengan target 1.1220 dan stop loss di 1.1500. Perhitungan risiko-imbalan menunjukkan peluang sekitar 1.59:1, memenuhi preferensi minimal 1:1.5 untuk strategi yang bersifat teknikal. Skema ini mengikuti pola bear market yang terlihat dari indikator dan level harga yang relevan.
Manajemen risiko menjadi kunci dalam kondisi volatil. Gunakan ukuran posisi yang proporsional, terapkan stop loss yang konsisten, dan hindari overexposure saat berita geopolitik baru muncul. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca yang ingin memahami dinamika pasar tanpa bahasa teknis yang berbelit-belit.
Secara ringkas, sinyal teknikal menunjukkan tekanan jual pada EURUSD saat ini, dengan peluang downside yang lebih luas jika level support terdepan bisa ditembus. Pembaca disarankan memonitor aliran berita makro dan perkembangan kebijakan moneter untuk memperbarui rencana trading seiring perubahan kondisi pasar.