EUR/USD melemah ke sekitar 1,1785 pada awal perdagangan sesi Eropa hari Kamis. Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual pada mata uang utama menjelang rilis data dan keputusan kebijakan yang akan ditetapkan para pembuat kebijakan. Investor menantikan langkah ECB yang diperkirakan tidak berubah pada pertemuan bulan Februari.
Data inflasi Zona Euro yang dirilis Eurostat menunjukkan HICP turun menjadi 1,7% YoY di Januari, lebih rendah dari target. Sementara itu, HICP inti tetap di 2,3% YoY, sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi inflasi yang lebih lemah membuka pintu bagi kemungkinan pelonggaran kebijakan di masa depan.
Acara utama pekan ini adalah keputusan suku bunga ECB dan konferensi pers Presiden Christine Lagarde. Banyak analis memperkirakan suku bunga akan dipertahankan untuk kelima kalinya berturut-turut. Pelaku pasar akan menilai petunjuk kebijakan lebih lanjut dan risiko ekonomi yang mendorong pergeseran dalam jalur kebijakan.
Di sisi Amerika Serikat, keraguan atas independensi The Fed menambah dinamika pada pasangan mata uang utama. Ketidakpastian kebijakan moneter di negeri Paman Sam dapat membatasi penurunan lebih lanjut untuk EURUSD dan menimbang arah pasar secara umum. Perkembangan ini membuat arah dolar lebih rentan terhadap perkembangan politik dan kebijakan ekonomi.
Komentar politik juga mempengaruhi sentimen. Presiden AS menyinggung calon pejabat bank sentral yang cenderung berbeda pada arah kebijakan. Ketika fokus pasar tertuju pada sinyal kebijakan, pernyataan tentang suku bunga dapat menambah volatilitas dalam perdagangan mata uang. Pelaku pasar perlu menyimak pembaruan dari blok kebijakan dan media terkait.
Implikasi praktis bagi trader adalah menimbang peluang sell pada EURUSD ketika tekanan aliran kebijakan berlanjut. Dengan open di 1,1785, penempatan stop loss di 1,1850 dan take profit di 1,1620 memenuhi rasio risiko/imbalan mendekati atau melampaui 1:2.5. Trader disarankan memantau rilis data AS dan komentar pembuat keputusan untuk penyesuaian target.