Rupiah Tertekan Dolar Global, Pertumbuhan Indonesia Menahan Pelemahan

Rupiah Tertekan Dolar Global, Pertumbuhan Indonesia Menahan Pelemahan

trading sekarang

Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.770–Rp16.830 per dolar AS, tertekan oleh penguatan dolar global. Pergerakannya cenderung terbatas dalam kisaran tersebut meski sedikit volatil terlihat di sepanjang sesi. Hal ini mencerminkan tekanan moderat di tengah dinamika mata uang utama dunia. Dalam ulasan kami di Cetro Trading Insight, faktor eksternal menjadi pendorong utama pergerakan rupiah.

Faktor eksternal tetap membentuk arah rupiah, dengan fokus pada kebijakan moneter AS dan data ekonomi terbaru. Stabilitas pertumbuhan domestik membantu membatasi pelemahan lebih lanjut, meski sentimen cenderung menimbang mata uang lokal. Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan ekspektasi The Fed cenderung tetap ketat meskipun ada peluang pelonggaran bertahap di sepanjang tahun.

Perdagangan hari ini diperkirakan berada pada kisaran 16.770–16.830, sejalan dengan DXY yang mendekati 98,00 setelah sempat menyentuh 95,55 pada akhir Januari. Penguatan dolar global tetap menjadi faktor utama yang memberi tekanan pada rupiah. Pasar menimbang ekspektasi kebijakan moneter The Fed untuk menentukan arah jangka pendek.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia untuk 2025 tercatat sebesar 5,11%, sedikit lebih tinggi dari konsensus dan membantu menjaga stabilitas rupiah. Data ini menunjukkan momentum tetap terjaga meskipun laju ekonomi kuartal ini mulai melambat. Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa pertumbuhan domestik menjadi penopang utama terhadap tekanan eksternal.

Secara tahunan, pertumbuhan kuartal IV mencapai 5,39%, lebih tinggi dari 5,04% pada kuartal sebelumnya dan di atas konsensus 5,01%. Meski ekspansi kuartalannya melambat ke 0,86% QoQ dari 1,42% pada Q3, aktivitas domestik masih menunjukkan fondasi yang kuat. Dengan demikian, momentum pertumbuhan tetap positif meski laju akselerasi mulai normal.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,2% untuk 2025 dan 5,4% untuk 2026, didukung stimulus Rp16,23 triliun untuk menjaga konsumsi rumah tangga, termasuk bantuan pangan, insentif pajak pariwisata, serta program padat karya. Tambahan bantuan sekitar Rp12 triliun juga direncanakan awal tahun untuk mempertahankan momentum. Stimulus tersebut diharapkan menambah daya serap domestik dan meredam tekanan pelemahan rupiah.

Data ekonomi AS menunjukkan campuran sinyal: ADP mencatat penambahan tenaga kerja swasta sekitar 22 ribu pada Januari, jauh di bawah proyeksi 77 ribu dan menurun dari bulan sebelumnya. Angka tersebut mengindikasikan momentum pasar tenaga kerja melambat. Sementara itu, indeks PMI Jasa ISM berada di 53,8 pada Januari, melampaui ekspektasi 53,5 dan menunjukkan layanan tetap berada di zona ekspansi.

Spekulasi mengenai arah kebijakan moneter AS meningkat setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve, yang meningkatkan prospek kebijakan yang kurang dovish. Hal ini mendukung penguatan dolar dan meningkatkan biaya pinjaman bagi investor global. Meskipun demikian pasar tetap mengantisipasi dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini, tergantung pada perkembangan tenaga kerja dan inflasi.

Fokus pasar kini beralih ke data tenaga kerja AS yang akan datang, termasuk laporan JOLTS dan klaim awal tunjangan pengangguran mingguan. Kedua indikator ini dipandang sebagai petunjuk penting untuk kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan The Fed. Dalam konteks USDIDR, pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi kebijakan moneter AS dan dinamika ekonomi global.

broker terbaik indonesia