Euro melemah setelah dua hari kenaikan, dengan pergerakan harga mencerminkan perubahan sentimen terhadap berita geopolitik mengenai Greenland dan respons Dolar AS serta imbal hasil obligasi. Pada awal sesi, pernyataan dari Presiden AS mengenai pembicaraan mengenai Greenland sempat menambah dorongan bagi dolar, namun berbalik ketika komentar bahwa kekuatan berlebihan tidak akan digunakan. Penolakan Denmark terhadap negosiasi memperkaya volatilitas dan memicu kejutan jangka pendek pada pasangan EURUSD.
Fundamental Eropa memberikan latar belakang yang lebih stabil. Indikator kepercayaan dari Jerman menunjukkan potensi pertumbuhan zona euro yang moderat, sehingga risiko penurunan berkurang meski geopolitik menambah volatilitas harian. Secara umum, euro menguat di awal minggu dan kini cenderung mengkonsolidasikan kenaikan tersebut, berpeluang tetap kuat jika data utama tidak mengecewakan.
Ke depan, fokus beralih ke data makro yang akan dirilis. Di zona euro, catatan pertemuan kebijakan moneter ECB sangat diawasi untuk menilai jalur inflasi dan suku bunga. Di AS, revisi PDB, indikator inflasi, dan klaim pengangguran mingguan diprediksi membentuk ekspektasi suku bunga. Perbedaan momentum antara AS dan pesan kebijakan ECB berpotensi mempengaruhi arah EUR/USD dalam jangka pendek.
Pergerakan EURUSD menunjukkan kenaikan sekitar 1,16% di awal minggu diikuti oleh koreksi sekitar 0,2% pada pertengahan minggu, berdasarkan pembacaan candlestick harian. Pasangan ini tetap berada di atas level kunci jangka pendek yang memberikan fondasi ketahanan. Koreksi tersebut terasa sebagai penyesuaian teknis dan tidak membalik tren naik secara keseluruhan.
Indikator momentum menunjukkan tekanan kenaikan mulai mereda, mendukung gambaran pasar yang sedang berkonsolidasi sebelum rilis data besar. EURUSD tetap berada saat ini di sekitar level tertinggi baru-baru ini, menunjukkan resilien yang cukup untuk menahan tekanan penurunan jika data utama memenuhi ekspektasi. Secara teknis, struktur pasar menunjukkan peluang bagi kelanjutan tren jika data ekonomi memperkuat proyeksi.
Secara teknis, pergerakan mendekati level resistance dan dukungan utama mengindikasikan potensi perubahan arah yang lebih tajam jika ada kejutan data. Namun, tanpa kejutan meyakinkan terhadap arah kebijakan, risiko lebih condong pada fase konsolidasi dengan peluang breakout yang mengikuti rilis data besar.
Berita Greenland turut menjadi katalisasi jangka pendek yang meningkatkan volatilitas, meski dampaknya terhadap imbal hasil dan dolar AS cenderung mendorong risiko pelindung nilai. Pasar menilai bahwa perbedaan antara momentum kebijakan AS dan pesan ECB dapat memberikan sinyal arah yang signifikan dalam beberapa hari mendatang. Peristiwa geopolitik mendorong pelaku pasar untuk menjaga fokus pada dinamika mata uang utama.
Katalis utama berikutnya adalah rilis data ekonomi pada hari Kamis, termasuk revisi PDB AS, inflasi, dan klaim pengangguran, yang berpotensi menggeser ekspektasi suku bunga. Sinyal kebijakan ECB juga dinantikan untuk memberi gambaran mengenai jalur inflasi dan suku bunga ke depan. Perbedaan ini dapat menjadi penentu arah EURUSD dalam jangka pendek hingga menengah.
Kesimpulannya, meskipun euro menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas geopolitik, prospek jangka pendeknya lebih bergantung pada dinamika makro AS dan pedoman kebijakan ECB. Para pelaku pasar diharapkan memantau rilis data utama dan menjaga posisi yang mencerminkan risiko volatilitas, dengan potensi konsolidasi jika data mengecekan.