
EURUSD menguat secara tipis menjelang akhir pekan karena kelemahan luas pada dolar AS. Data teknikal menunjukkan pasangan ini naik ke sekitar 1.1814 setelah menyentuh tertinggi intraday di 1.1849. Pergerakan ini mengindikasikan arus modal risk-on di pasar mata uang utama.
Para pejabat Iran menegaskan bahwa selat Hormuz telah 'sepenuhnya terbuka' untuk kapal dagang sepanjang gencatan senjata. Namun, pembukaan tersebut tampak parsial karena jalur pelayaran tetap melalui rute tertentu dan memerlukan persetujuan dari Navy Revolutionary Guards. Langkah ini mengurangi tensi geopolitis dan meningkatkan optimisme bahwa kemajuan diplomatik bisa tercapai.
Di sisi lain, pernyataan Presiden AS yang menegaskan bahwa blokade laut tetap berlaku hingga ada kesepakatan final menambah unsur ketidakpastian. Pasar juga melihat pergerakan yang mendasari DXY menuju level sekitar 97.74, terendah sejak 27 Februari, yang mendukung sentimen bullish pada EURUSD. Investor menantikan putaran pembicaraan US-Iran di akhir pekan dengan fokus pada kemajuan nuklir dan keamanan jalur pasokan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Harga minyak mentah turun hampir 10 persen, dengan WTI menyentuh level terendah sejak 10 Maret sekitar $80 per barel. Penurunan tersebut mengurangi risiko inflasi di beberapa wilayah dan mengurangi tekanan pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Pelemahan minyak juga menambah ruang bagi euro dan mata uang utama untuk menguat lebih lanjut.
Pasar menilai kemungkinan adanya pemotongan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada akhir tahun sekitar 50 persen. Sementara itu, harapan untuk pelonggaran kebijakan ECB mulai berkurang dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya. Perubahan ini memperkaya narasi bahwa risiko pasangan EURUSD dapat tetap terhantam oleh dinamika kebijakan moneter secara global.
Pandangan terhadap arah akhir pekan akan sangat dipengaruhi oleh informasi tambah tentang negosiasi US-Iran. Trump menilai mungkin memperpanjang gencatan jika kedua pihak hampir mencapai kesepakatan, meski rincian soal nuklir masih belum jelas. Investor tetap berhati-hati karena perbedaan pendapat mengenai isu nuklir dapat menjaga volatilitas pasar dan membuat berita geopolitik menjadi faktor penentu pergerakan mata uang.