EURUSD menguat ke sekitar 1,1625 di awal sesi Eropa, menandai rebound setelah beberapa hari melemah. Para pelaku pasar menilai risiko geopolitik yang meningkatkan premi risiko terhadap dolar AS. Perkembangan tarif baru AS terhadap negara Eropa memperbesar ketidakpastian perdagangan global dan membentuk nuansa risk-on pada pasangan utama.
Trump mengumumkan tarif sebesar 10% terhadap barang-barang dari negara Eropa mulai 1 Februari, dengan rencana menaikkan tarif menjadi 25% pada bulan Juni jika tidak ada kesepakatan dicapai. Langkah ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang dan respons dari negara sekutu Eropa. Para pejabat Eropa berencana mengadakan pertemuan darurat untuk membahas pembalasan dan strategi bersama.
Di sisi lain, data pasar tenaga kerja AS yang lebih kokoh telah menahan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed lebih lanjut. Investor menilai bahwa faktor ini bisa membatasi penurunan lebih lanjut bagi dolar meskipun ada tekanan atas perang dagang. Panggung kebijakan moneter oleh The Fed dipandang kurang agresif, memicu sentimen yang suportif bagi mata uang Eropa.
Analisa teknis menunjukkan EURUSD berada di jalur untuk mempertahankan momentum rebound mendekati 1,16–1,17. Menurut CME FedWatch, sekitar 95% pelaku pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan FOMC 27–28 Januari 2026. Ekspektasi ekonomi yang stabil menjaga USD relatif lemah terhadap euro dalam beberapa sesi ke depan.
Data tenaga kerja AS yang stabil dan inflasi yang tetap panas menyiratkan bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan kebijakan saat ini. Para investor sebagian besar menunggu konfirmasi melalui perilisan data pekerjaan dan pernyataan pejabat bank sentral. Secara umum, pasar menilai bahwa risiko pemangkasan suku bunga akan tetap tertunda hingga kuartal kedua.
Perhatikan pertemuan gaya geopolitik antara AS dan Eropa karena proyeksi suku bunga yang relatif tidak berubah menambah dinamika volatilitas pada pasangan EURUSD. Faktor-faktor politik dan ekonomi akan terus menjadi pendorong utama arah pasangan ini sepanjang minggu ini. Secara keseluruhan, sentimen terhadap euro tetap didorong oleh harapan akan resolusi diplomatik yang mengurangi ketidakpastian perdagangan.
Pedagang disarankan menempatkan open sekitar 1,1625 sebagai pijakan awal, dengan target profit di kisaran 1,1735. Analisis teknikal menunjukkan peluang kenaikan yang meyakinkan jika catatan data ekonomi AS tetap supportive bagi euro. Strategi manajemen risiko menyarankan stop loss di 1,1575 untuk menjaga risiko pada level sesuai rasio minimal 1:1.5.
Namun, rilis berita kebijakan baru atau pernyataan pejabat bank sentral bisa membalik arah pergerakan dengan cepat. Investor harus siap menyesuaikan posisi jika ada kejutan data perdagangan atau rilis inflasi AS. Proyeksi risiko geopolitik tetap menjadi faktor penentu volatilitas pada EURUSD.
Salah satunya, tingkat likuiditas menjelang libur pasar dapat memperbesar swing harga dan menambah tekanan pada level support dan resistance. Oleh karena itu, manajer risiko perlu memperhitungkan potensi slippage dan volatilitas yang lebih tinggi selama sesi singkat. Strategi trailing stop dapat membantu menjaga keuntungan saat volatilitas meningkat.