GBP/JPY Terus Anjlok: Faktor Fundamental dan Teknis Memperkuat Tekanan Bearish

GBP/JPY Terus Anjlok: Faktor Fundamental dan Teknis Memperkuat Tekanan Bearish

Signal GBP/JPYSELL
Open209.350
TP206.500
SL210.200
trading sekarang

GBP/JPY kembali mengalami tekanan jual berat untuk hari ketiga berturut-turut. Sentimen pasar didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan perbedaan arah kebijakan antara Inggris dan Jepang. Kemenangan besar Partai Liberal Demokratik Jepang (LDP) di pemilihan parlemen menambah harapan terhadap stimulus fiskal lebih lanjut, sehingga BoJ tetap pada jalur kebijakan hawkish dan mendukung yen.

Di sisi lain, kekhawatiran atas masa kepemimpinan PM Keir Starmer dan potensi sinyal BoE terkait pelonggaran kebijakan menekan sterling. Ketidakpastian politik di Inggris menambah volatilitas dan memperlambat prospek pemulihan mata uang Britania. Perbedaan kebijakan ini memperjelas jurang antara arah kebijakan BoJ dan BoE, mendorong tekanan pada pasangan GBP/JPY.

Secara teknis, break di bawah 50-day SMA untuk pertama kalinya sejak November 2025 menguatkan pandangan negatif jangka pendek. Intervensi yang mungkin dilakukan otoritas Jepang untuk menjaga yen tetap kuat juga menjadi faktor pembatas bagi reli. Tanpa rilis data ekonomi utama dari Inggris, arah pergerakan tetap bias bearish.

Secara teknis, pergerakan turun GBP/JPY mempertahankan tren mingguan yang lemah. Break di bawah 50-day SMA sejak November 2025 menjadi sinyal negatif yang kuat untuk timeframe jangka pendek. Harga kini berada di sekitar pertengahan kisaran 209.00-an, dengan tekanan menurun menuju dukungan sekitar 208.20–208.15.

Ketakutan akan intervensi otoritas Jepang untuk menopang yen juga membatasi potensi rebound pasangan ini. Tanpa data ekonomi penting dari Inggris yang bisa mengubah arah, para pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi dari dinamika kebijakan BoJ dan BoE. Dalam konteks ini, kasus bearish lebih menonjol daripada faktor penguat dari sisi GBP.

Skenario teknis menyiratkan peluang kelanjutan penurunan menuju area 208.20–208.15, sebelum kemungkinan rebound jika ada kejutan positif dari data UK atau perubahan sinyal kebijakan BoJ. Namun peluang pembalikan tetap ada, asalkan sentimen pasar berubah dan likuiditas membaik. Level tersebut menjadi fokus utama bagi trader yang mengikuti alur pasar saat ini.

Investor perlu memantau perkembangan kebijakan BoJ dan dinamika fiskal Jepang, karena sinyal hawkish dapat memperpanjang tekanan pada yen terhadap GBP/JPY. Sementara itu, ketidakpastian politik Inggris dan arah BoE juga akan menentukan arah pasangan ini dalam beberapa pekan ke depan. Cetro Trading Insight menilai bahwa sentimen pasar saat ini cenderung bearish untuk GBP/JPY dalam jangka pendek.

Strategi perdagangan yang disarankan: bagi trader yang mengikuti sinyal jual, tetapkan jarak stop loss di atas entry secara proporsional, misalnya sekitar 0.6–0.8% dari harga masuk. Tetapkan take profit yang konsisten dengan risk/reward minimal 1:1.5, misalnya target 206.50 jika entry berada di 209.35. Sesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko pribadi dan gunakan trailing stop jika harga bergerak mendekati target.

Kesimpulan dari Cetro Trading Insight: pasar saat ini berada dalam fase bearish jangka pendek untuk GBP/JPY karena perbedaan kebijakan antara BoJ dan BoE serta dinamika politik UK. Break below 50-day SMA mendukung narasi penurunan lebih lanjut, dengan target utama di sekitar 208.20-208.15, sebelum dinamika fundamental bisa mengubah arah jika ada kejutan positif.

broker terbaik indonesia