EUR/USD bergerak lebih tinggi tipis setelah dolar AS melemah meskipun data tenaga kerja AS menunjukkan stabilisasi. Pasar menantikan rilis CPI AS untuk melihat arah kebijakan The Fed. Selain itu, investor juga memperhatikan data Produk Domestik Bruto dan perubahan pekerjaan zona euro serta potensi jeda panjang ECB.
Saat ini pasangan diperdagangkan di sekitar 1.1883, naik sekitar 0.10 persen dari sesi sebelumnya. Penguatan euro muncul sementara dolar index berada di bawah tekanan, mendekati level terendah dalam dua pekan. Indeks DXY berada sekitar 96.80, menandai momentum yang lebih lemah bagi greenback.
Data tenaga kerja AS terbaru menunjukkan beberapa kestabilan pasar tenaga kerja; klaim pengangguran awal turun menjadi 227 ribu, meskipun angka tersebut masih di atas ekspektasi 222 ribu. Klaim lanjutan naik menjadi 1,862 juta. Pasar menunggu rilis CPI AS pada Jumat untuk menilai potensi perubahan jalur pemangkasan suku bunga Fed; jika inflasi melunak, peluang pelonggaran lebih awal bisa meningkat meski tekanan harga tetap menjadi fokus kebijakan.
Di zona euro, fokus utama beralih ke perubahan pekerjaan QoQ untuk kuartal IV dan data pertumbuhan GDP yang dirilis menjelang akhir pekan. Pasar memperkirakan ECB akan menahan kebijakan untuk periode panjang, sesuai konsensus yang tampak dalam jajak pendapat Reuters.
Dari sisi AS, rilis CPI yang dinantikan akan menguji kembali ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar tetap memandang kemungkinan pemotongan sekitar 50 basis poin pada paruh kedua tahun ini tergantung pada data inflasi yang keluar.
Secara umum, arah EURUSD akan sangat dipengaruhi bagaimana CPI AS dan kinerja ekonomi zona euro berinteraksi dengan kebijakan moneter kedua bank sentral tersebut. Risiko geopolitik dan faktor global lainnya juga membantu menjaga volatilitas pasangan ini dalam beberapa sesi ke depan.