EURUSD rebound terbatas di tengah gejolak geopolitik dan rilis data ekonomi yang dinanti

EURUSD rebound terbatas di tengah gejolak geopolitik dan rilis data ekonomi yang dinanti

trading sekarang

EURUSD rebound dari garis terendah hampir 1.1755, namun secara umum menunjukkan pelemahan karena meningkatnya kekhawatiran geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pelaku pasar beralih ke aset safe-haven di tengah konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang melebar akhir pekan lalu. Ketidakpastian geopolitik ini menekan minat terhadap euro, sekaligus menjaga volatilitas di pasangan mata uang utama.

Pada sesi Asia, EURUSD mencoba mengikis sebagian kerugian, tetapi berada di sekitar 1.1780 saat ditutup sesi tersebut. Faktor risiko tetap membayangi karena pasar menilai bagaimana minyak dan biaya energi akan mempengaruhi permintaan di zona euro. Bank-bank sentral juga ditimbang untuk respons kebijakan di tengah tekanan inflasi yang masih relevan.

Pergerakan harga minyak yang lebih tinggi menambah tekanan biaya energi bagi rumah tangga dan perusahaan, yang pada gilirannya dapat menekan pertumbuhan kawasan euro. Serangan terhadap tanker di Selat Hormuz telah memicu sinyal risiko yang lebih besar pada pasokan energi global. Efek berantai-nya membentuk tilt risk-off yang berdampak pada euro maupun dolar secara simultan.

Investors menanti rilis US ISM Manufacturing PMI untuk Februari dan data flash HICP zona euro yang juga untuk Februari sebagai puncak fokus pekan ini. Data ini berpotensi memperjelas arah imbas inflasi terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Eropa dan kebijakan ekonomi AS. Investor akan mengubah ekspektasi suku bunga terkait dengan hasil data tersebut.

Euro melemah terhadap dolar karena permintaan terhadap aset safe-haven meningkat di tengah ketegangan geopolitik. Sementara itu, DXY menunjukkan momentum risk-off meski beberapa keuntungan awal akhirnya berkurang. Kisaran 97.8-97.9 menjadi fokus teknikal bagi trader yang memantau arah rilis data.

Selain itu, perkembangan German HICP flash menunjukkan pertumbuhan moderat sekitar 2% YoY, sedikit lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini menambah variabel bagi kebijakan ECB dalam menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan. Pasar memantau bagaimana data ini akan mempengaruhi kompas kebijakan suku bunga ke depan.

Secara umum, gambaran pergerakan EURUSD tetap rapuh meski ada upaya rebound karena volatilitas geopolitik. Investor menilai bagaimana data ekonomi dan biaya energi akan membentuk tilt pasangan ini ke depan. Faktor-faktor tersebut membuat trader menjaga posisi dengan manajemen risiko yang ketat.

Untuk strategi trading, pendekatan berbasis data ekonomi dan pemantauan kebijakan bank sentral direkomendasikan. Trader disarankan untuk fokus pada rilis ISM PMI, HICP, dan data pekerjaan AS sebagai penentu arah. Pembatasan risiko lewat ukuran posisi dan stop-loss yang terukur sangat dianjurkan untuk menjaga modal.

Cetro Trading Insight akan terus memantau rilis data dan komentar pejabat ECB untuk menilai dinamika pasar. Kami akan merilis analisis follow-up setelah data rilis dan menyajikan rekomendasi yang didasarkan pada data aktual. Inti dari analisa kami adalah memahami bagaimana kondisi energi dan inflasi membentuk arah EURUSD.

broker terbaik indonesia