
EURUSD berada di sekitar 1.1625 pada sesi Asia awal. Investor menilai pergerakan pasangan mata uang utama sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan moneter. Tensi antara AS dan Iran menambah risiko, sementara nada hawkish dari Federal Reserve menambah dukungan terhadap dolar AS.
Pergerakan EURUSD cenderung terbatas karena faktor risiko geopolitik dan prioritas likuiditas. Pasar terlihat menilai perlindungan sebagai bagian dari strategi; ini sering menghasilkan pergerakan dolar yang lebih besar saat ketegangan meningkat. Momen ini juga menempatkan fokus pada data ekonomi berikutnya, yang dapat mengubah arah pair dalam beberapa sesi.
Data PMI May dari zona euro, Jerman, dan Amerika Serikat akan menjadi input kunci bagi outlook jangka pendek. Hasilnya bisa menegaskan pemulihan manufaktur atau menyiratkan perlambatan yang lebih luas. Investor menyiapkan reaksi pasar terhadap angka-angka tersebut sambil menimbang risiko kebijakan bank sentral.
Data PMI May yang akan dirilis untuk zona euro, Jerman, dan AS menjadi sorotan utama minggu ini. Pembacaan awal dapat mengubah persepsi terhadap momentum manufaktur dan aktivitas bisnis. Pasar menilai potensi kejutan positif maupun negatif dan menyesuaikan posisi sebelum rilis resmi.
Selebihnya, kebijakan ECB diperkirakan naik 25 basis poin pada Juni, menurut jajak pendapat Reuters, meski sebagian responden memperkirakan perubahan terbuka. Keputusan tersebut dipandang sebagai dorongan untuk suku bunga jangka pendek di zona euro. Dampaknya terhadap EURUSD bergantung pada bagaimana pasar menilai daya tahan ekonomi utama.
Dengan ECB dan Fed mengambil sikap berbeda dalam beberapa bulan terakhir, volatilitas pasangan mata uang utama bisa meningkat. Sisi teknikal juga terlihat netral, namun arah umum dipengaruhi oleh rilis data makro dan kabar geopolitik. Secara garis besar, risiko terhadap EURUSD tetap berada pada sisi bawah jika dolar AS tetap didorong oleh daya tahan kebijakan moneter.
Fed telah mengadopsi nada yang lebih hawkish, menambah daya tarik dolar AS bagi investor. Pasar menilai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika inflasi tetap berada di atas target. Secara bersamaan, data tenaga kerja dan inflasi akan menjadi penentu apakah langkah kebijakan berikutnya diperlukan.
ECB diperkirakan melanjutkan jalur kenaikan suku bunga meskipun ada tekanan pertumbuhan. Ekspektasi kenaikan 25 basis poin pada Juni mendukung pergerakan EURUSD ke sisi bawah jika laporan inflasi mengecekan. Kondisi geopolitik antara AS dan Iran juga berpotensi memperkuat dolar sebagai aset aman.
Investor menimbang kombinasi risiko geopolitik, data PMI, dan kebijakan moneter global. Jika dinamika ini tetap mendukung dolar, EURUSD bisa terdorong turun menuju level support. Namun, jika data ekonomi menunjukkan momentum positif, pasangan ini bisa membatasi penurunan atau bahkan menguji resistance di sekitar 1.17.