EURUSD Tertekan di Dekat 1.1600 Pasca Data Tenaga Kerja AS dan Ketegangan Geopolitik

EURUSD Tertekan di Dekat 1.1600 Pasca Data Tenaga Kerja AS dan Ketegangan Geopolitik

trading sekarang

Data ADP menunjukkan bahwa tenaga kerja swasta AS bertambah 42.250 pekerjaan pada minggu pertama Mei, tercatat sebagai pembacaan tertinggi sejak seri ini dimulai pada Oktober 2025. Lonjakan pekerja menambah gambaran kekuatan pasar tenaga kerja AS dan menambah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati terhadap pemotongan suku bunga. Pasar juga menilai bahwa data tersebut dapat menopang dolar karena risiko kebijakan moneter yang lebih kecil kemungkinan berubah secara agresif. Secara keseluruhan, dinamika ini mendorong permintaan terhadap USD dalam perdagangan global.

Selain itu, nada konfrontatif yang diangkat oleh Presiden AS terkait Iran memperkaya risiko geopolitik di pasar. Kekhawatiran akan eskalasi regional meningkatkan permintaan terhadap aset aman seperti dolar AS. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa ketidakpastian di wilayah tersebut dapat membatasi arus modal ke aset berisiko dan menjaga USD tetap kuat. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Di sisi lain, para pejabat ECB memperingatkan tentang tantangan pertumbuhan jangka panjang eurozone meskipun indikator tenaga kerja menunjukkan stabilitas. Perspektif demografis dan migrasi tetap menjadi faktor penahan bagi aktivitas ekonomi. Kombinasi faktor-faktor ini membantu menjelaskan mengapa EURUSD tetap berada di wilayah rentan meski data tenaga kerja AS kuat.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memperkuat citra USD sebagai aset perlindungan risiko, mendorong arus modal ke dolar. Investor menilai bahwa gejolak dapat meningkatkan volatilitas pasar dan menambah tekanan pada mata uang lain. Dalam konteks itu, dolar cenderung menguat sementara imbas kebijakan moneter global dipetakan.

Sentimen di kawasan euro tetap rapuh meskipun pasar tenaga kerja menunjukkan sisi positif, karena ECB mengingatkan tentang tantangan jangka panjang. Para pejabat bank sentral menyoroti bahwa demografi dan migrasi bisa membatasi pertumbuhan di masa mendatang. Ketidakpastian kebijakan di zona euro mengurangi daya tarik EUR terhadap dolar.

Pergerakan EUR/USD mencerminkan dinamika tersebut, dengan pasangan melemah menuju sekitar 1.1600 pada perdagangan terbaru. Kombinasi kekuatan USD dan risiko geopolitik menahan reli pasangan mata uang utama ini. Meskipun ada dukungan teknikal di wilayah rendah, fokus investor tetap pada data ekonomi berikutnya dan komentar kebijakan dari kedua bank sentral.

Pada kerangka 4 jam, EUR/USD diperdagangkan sekitar 1.1599, menandakan bias bearish jangka pendek yang dominan. Harga tetap berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 20 periode di 1.1638 dan di bawah SMA 100 periode di 1.1710, memperkuat suasana negatif. Break di bawah level 1.1592 bisa membuka celah penurunan lebih lanjut menuju level rendah berikutnya. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Rintangan terdekat berada di sekitar 1.1612, lalu 1.1624 dan 1.1635–1.1638 membentuk zona tebal yang bisa menahan pergerakan ke atas. Pemain pasar akan memantau apakah adanya tekanan jual bisa melanjutkan untuk menembus resistensi tersebut. Dalam skenario negatif, penurunan lebih lanjut bisa melandai jika pembelian kembali muncul di area suport.

Indikator teknikal menunjukkan area oversold pada RSI mendekati 27, yang bisa memberi peluang bagi pelemahan yang lebih terbatas pada jeda berikutnya. Meskipun momentum terlihat melemah, arah umum tetap mengarah ke sisi bawah kecuali ada kejutan dari data ekonomi berikutnya. Trader disarankan memperhatikan level 1.1592 sebagai support kunci dan 1.1612 sebagai batas awal bagi pergerakan ke bawah.

banner footer