Fed diperkirakan tak ubah suku bunga Januari; analisis dampak bagi pasar global dan DXY

Fed diperkirakan tak ubah suku bunga Januari; analisis dampak bagi pasar global dan DXY

trading sekarang

Jajak pendapat Reuters menunjukkan konsensus bulat bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga pada pertemuan Januari. Semua 100 ekonom yang disurvei memprediksi kisaran 3,50%–3,75%. Sentimen ini mencerminkan inflasi yang masih berada di atas target 2% dan kebutuhan menjaga stabilitas harga. Analisis para ekonom menekankan bahwa dinamika ini membatasi ruang untuk pelonggaran dalam beberapa bulan mendatang.

Lebih dari 58% responden memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga selama kuartal pertama. Angka ini menandai pergeseran dari ekspektasi Desember tentang pemotongan pada Maret. Para analis menilai bahwa kebijakan The Fed lebih fokus pada kestabilan harga dan menunggu sinyal pertumbuhan yang lebih jelas. Meskipun demikian, sebagian besar ekonom tetap memproyeksikan setidaknya dua pemotongan di akhir tahun.

Beberapa ekonom juga menilai bahwa jeda kebijakan dapat berlanjut hingga Juni atau lebih lama, seiring masa jabatan Powell yang berakhir pada Mei. Proyeksi pertumbuhan AS membaik menuju 2,3% pada 2026 dan 2,0% pada 2027, melanjutkan revisi ke atas dari Desember. Reaksi pasar terlihat pada DXY yang melemah dan berada di sekitar 98,5, menunjukkan sentimen yang lebih longgar terhadap dolar.

Dinamika pertumbuhan dan risiko bagi kebijakan

Prospek pertumbuhan AS menunjukkan tenaga yang lebih besar dibanding ekspektasi sebelumnya. Para ekonom memperkirakan ekonomi tumbuh sekitar 2,3% pada 2026 dan 2,0% pada 2027, dengan revisi ke atas terhadap estimasi 2025 menjadi 2,2%. Data ini memberi ruang bagi The Fed untuk bersabar dalam penentuan kebijakan meskipun inflasi belum kembali ke target.

Inflasi yang tetap di atas target 2% menjadi faktor utama pengambilan kebijakan. Meski pasar tenaga kerja tetap kuat, harga barang dan jasa masih menahan laju fleksibilitas kebijakan. Analitis menekankan bahwa penurunan inflasi yang berarti diperlukan sebelum pelonggaran kebijakan dipertimbangkan secara formal.

Di sisi pasar, ekspektasi kebijakan yang berhati-hati berkontribusi pada volatilitas rendah untuk mata uang utama dan stabilitas aset berisiko. Investor menilai bahwa kebijakan yang sabar memberi ruang bagi stabilitas finansial sambil menilai data ekonomi berikutnya. Secara umum, para pelaku pasar menilai bahwa sikap kebijakan yang sabar dapat memperkaya stabilitas finansial dan memberi ruang bagi peluang pada aset berisiko dengan pendekatan yang terukur.

Implikasi pasar global dan strategi perdagangan

Implikasi kebijakan yang tidak berubah memberi dukungan terhadap stabilitas obligasi pemerintah dan imbal hasil jangka panjang. Pasar menilai bahwa volatilitas akan terjaga lebih rendah dalam beberapa bulan ke depan, meskipun potensi kejutan data tetap ada. Instrumen pendapatan tetap mendapatkan alokasi yang realistis karena kepastian kebijakan membuat perhitungan risiko lebih jelas.

Nilai tukar dan indeks saham global bisa menanggapi kepastian kebijakan dengan positif. Ketidakpastian terkait kecepatan pemangkasan dapat menjaga volatilitas secara terukur. Investor cenderung menimbang peluang pada aset berisiko sambil mempertahankan manajemen risiko yang prudent.

Saran bagi trader adalah menghindari rekomendasi sinyal spesifik sambil menunggu data inflasi dan pertumbuhan terbaru. Fokus analisis pada pergerakan indeks dolar DXY sebagai pembanding utama ketimbang mencoba menarget pasangan tertentu. Karena tidak ada sinyal eksplisit dalam artikel ini, rekomendasi risk-reward disesuaikan dengan data yang masuk dan manajemen risiko setiap trader.

broker terbaik indonesia