Kepala Fed Minneapolis Neel Kashkari menyampaikan bahwa perekonomian secara keseluruhan terlihat cukup tangguh. Ia menekankan bahwa dampak tarif perdagangan terhadap aktivitas ekonomi ternyata lebih kecil dari perkiraan. Temuan ini ia sampaikan dalam Forum Prakiraan Ekonomi Midwest yang diadakan online oleh Asosiasi Bank Wisconsin.
Inflasi masih berada pada level relatif tinggi, meskipun arahnya mulai membaik. Pasar kerja menunjukkan tanda-tanda kelemahan, yang dapat mengurangi tekanan pada upah dan biaya tenaga kerja. Kendati demikian, jeda antara pertumbuhan dan inflasi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap langkah kebijakan moneter.
Perekonomian digambarkan menunjukkan pola yang tidak seragam, sering disebut bentuk 'K'. Kebijakan moneter tetap sangat ketat, dan dampak tarif masih dipantau sebagai risiko jangka panjang. Kashkari juga menegaskan bahwa inflasi 2% tetap menjadi sasaran, meski jalan menuju target belum pasti.
Beberapa poin di forum menegaskan bahwa ekspansi neraca The Fed saat ini bukan bagian dari pelonggaran kuantitatif. Inflasi 2% tetap dijadikan pedoman kebijakan meski garis kebijakan tetap cermat dan respons pasar terus diukur. Ketegangan antara pertumbuhan, inflasi, dan pekerjaan mendorong kehati-hatian dalam pertemuan kebijakan berikutnya.
Para analis menyatakan bahwa tekanan pada harga rumah diperkirakan mereda, meskipun faktor lain seperti biaya konstruksi dan pasokan tenaga kerja tetap relevan. Peningkatan harga terkait tarif mungkin masih muncul, namun kisah jangka panjang inflasi tidak lagi tertuju pada kejutan tarif secara tunggal. Beberapa bulan diperlukan bagi data pemerintah untuk pulih dari dampak penutupan, sehingga gambaran kebijakan lebih jelas.
Prospek perekonomian terlihat cukup baik dengan pertumbuhan yang memadai, dan banyak aktor pasar tidak mengindikasikan perlunya pelonggaran kuantitatif tambahan. Hambatan utama bagi pasar perumahan tetap pada pasokan hunian yang terbatas, meskipun permintaan mungkin melunak. Para pembuat kebijakan juga menekankan bahwa imigrasi legal bisa menjadi faktor pendukung pasar tenaga kerja di masa mendatang.
Para pelaku pasar tetap mencari arah jelas dari data inflasi dan pertumbuhan, karena ketidakpastian tetap tinggi meski tanda-tanda mereda meningkat. Mereka mencatat bahwa tekanan inflasi menuju target 2% bisa terjadi secara bertahap dan tidak simultan, menambah variabilitas proyeksi ke depan. Kondisi pasar tenaga kerja yang cenderung sideways juga turut memengaruhi ekspektasi investor.
Kebijakan Fed menekankan mandat ganda dengan fokus pada inflasi dan tingkat pengangguran. Narasi bahwa ekspansi neraca bukan pelonggaran kuantitatif menahan ekspektasi pelonggaran besar di pasar. Di sisi lain, komentar mengenai imigrasi legal dan dinamika tenaga kerja memperkaya diskusi tentang bagaimana kebijakan fiskal dan moneter bisa saling melengkapi.
Artikel ini tidak memberikan sinyal perdagangan eksplisit untuk instrumen tertentu karena konteks yang luas dan data yang belum terkumpul. Sinyal trading dianggap 'no' karena informasi tidak cukup untuk rekomendasi beli atau jual. Investor disarankan memantau data inflasi, pekerjaan serta perubahan kebijakan guna menghindari kejutan pasar.