Dalam pidato menjelang pertemuan tahunan, Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson menegaskan bahwa pasar tenaga kerja 'membengkok tetapi tidak patah'. Klaim ini menyoroti ketahanan lapangan kerja meskipun beberapa indikator pertumbuhan menunjukkan dinamika yang beragam. Ia menekankan bahwa sinyal dari pasar tenaga kerja sering lebih jelas daripada data PDB ketika menilai arah kebijakan dan risiko bagi ekonomi.
Kuatnya pasar kerja memperkaya narasi bahwa kebijakan moneter akan menilai arah dengan lebih hati-hati. Sinyal pekerjaan yang stabil bisa mengurangi tekanan untuk pelonggaran agresif jika inflasi turun secara bertahap. Secara garis besar, proyeksi inflasi moderat dan pertumbuhan PDB sekitar 2% tetap menjadi kerangka kerja bagi kebijakan di periode mendatang.
Para pelaku pasar juga menimbang risiko skenario di mana dinamika tenaga kerja berada pada level tinggi, yang bisa membatasi ruang gerak kebijakan. Dalam skenario tersebut, tindakan kebijakan bisa bersifat bertahap untuk menjaga keseimbangan antara menjaga lapangan kerja dan menekan inflasi. Jangka menengah tampak didorong oleh stabilitas pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang moderat.
Tarif dipandang sebagai alat kunci untuk menjaga inflasi tetap terkendali, dan perubahan harga akibat tarif diperkirakan selesai dalam enam bulan ke depan. Ketidakpastian terkait eskalasi tarif bisa menjadi pendorong volatilitas harga input bagi perusahaan, sehingga para pelaku pasar akan mengamati langkah kebijakan dengan cermat.
Proyeksi dasar untuk ekonomi menunjukkan inflasi yang moderat dengan pertumbuhan PDB sekitar 2%. Kondisi ini menambah ketahanan bagi kebijakan moneter yang sedang berjalan, meskipun risiko eksternal tetap perlu diawasi.
Dalam skenario inflasi kembali normal dalam satu tahun, tekanan terhadap kebijakan Federal Reserve berpotensi mereda secara bertahap. Investor dan pelaku pasar akan menilai bagaimana perubahan tarif dan faktor biaya impor mempengaruhi jalur inflasi dan laju pertumbuhan, serta bagaimana kebijakan pelonggaran dapat mempengaruhi pasar tenaga kerja.
Reaksi pasar saat ini terlihat pada Indeks Dolar AS (DXY) yang mempertahankan kenaikan moderat di sekitar 98,50 ketika berita dirilis.
Namun, jika kebijakan lebih banyak mengarah pada pelonggaran untuk menahan inflasi, arah dolar bisa berbalik lemah dalam jangka menengah. Pergerakan DXY akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana tenaga kerja bergerak dan bagaimana tarif mempengaruhi inflasi.
Faktor-faktor utama yang akan menentukan arah dolar dan sentimen risiko adalah kondisi pasar tenaga kerja, perubahan tarif, serta perubahan kebijakan Fed. Investor akan memantau data pekerjaan berikutnya dan isyarat kebijakan untuk menilai risiko terhadap prospek pertumbuhan global.