Bank sentral AS mempertahankan rentang target Fed Funds pada 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan Januari, meneguhkan ekspektasi pasar bahwa kebijakan tidak berubah untuk saat ini. FOMC menekankan inflasi masih relatif tinggi meskipun tanda-tanda pelonggaran bertahap muncul, dan mereka tidak lagi menilai risiko penurunan terhadap tenaga kerja meningkat. Laju pengangguran terlihat stabil meskipun penambahan lapangan kerja tetap rendah, sehingga ketidakpastian terhadap prospek ekonomi tetap tinggi.
Keputusan tersebut disetujui dengan suara mayoritas, dengan dua anggota Komite menyampaikan suara berbeda terkait pemotongan 25 basis poin. Pernyataan setelah rapat menegaskan bahwa ekonomi AS berada pada pijakan yang kokoh dan bahwa kebijakan saat ini tepat untuk mendorong kemajuan terhadap tujuan pekerjaan penuh dan inflasi. Konteks ini juga menegaskan komitmen pada tujuan jangka panjang serta kerangka kebijakan yang akan dievaluasi secara berkala di tiap pertemuan.
Pernyataan pers kumulatif Powell menyiratkan bahwa aktivitas perumahan tetap lemah dan dampak penutupan pemerintah diperkirakan akan mereda pada kuartal yang sedang berjalan. Dia menilai pasar tenaga kerja mungkin sedang stabil meskipun pertumbuhan pekerjaan melambat, karena perlambatan pertumbuhan angkatan kerja dan permintaan tenaga kerja yang melemah. Powell juga mencatat bahwa ekspektasi inflasi jangka pendek telah kembali, sedangkan jangka panjang tetap terjaga pada target 2%, yang menambah nuansa netral hingga dovish pada kebijakan masa depan.
Powell menegaskan bahwa inflasi tetap relatif tinggi terhadap target meskipun ada kemajuan yang terlihat, dengan ukuran PCE inti pada Desember sekitar 3%. Ia menekankan bahwa sebagian besar kelebihan inflasi berasal dari harga barang terkait tarif, bukan dari permintaan domestik, dan bahwa PCE inti yang mengecualikan tarif berada sedikit di atas 2%, yang ia sebut sebagai perkembangan yang sehat. Pihak Fed menilai bahwa tekanan harga akhirnya meluruh seiring disinflasi pada layanan dan perlambatan pada beberapa komoditas terkait kebijakan tarif.
Di sisi tenaga kerja, pasar kerja tampak melemah dengan pertumbuhan pekerjaan yang melambat, meskipun beberapa indikator pekerjaan tetap menunjukkan stabilitas relatif. Indikator seperti ketersediaan pekerjaan meningkat secara moderat, sementara permintaan tenaga kerja beralih menuju keseimbangan yang lebih tenang. Ketidakpastian terhadap prospek ekonomi tetap tinggi karena faktor-faktor eksternal dan dinamika kebijakan fiskal.
Di sisi tenaga kerja, pasar kerja tampak melemah dengan pertumbuhan pekerjaan yang melambat, meskipun beberapa indikator pekerjaan tetap menunjukkan stabilitas relatif. Indikator seperti ketersediaan pekerjaan meningkat secara moderat, sementara permintaan tenaga kerja beralih menuju keseimbangan yang lebih tenang. Ketidakpastian terhadap prospek ekonomi tetap tinggi karena faktor-faktor eksternal dan dinamika kebijakan fiskal.
Secara umum, pembahasan pasca rapat menegaskan tidak ada skenario kenaikan suku bunga sebagai skenario dasar, sementara kemungkinan pemotongan akan dipertimbangkan jika kelemahan pasar tenaga kerja terlihat memburuk. Pasar mata uang, obligasi, dan aset berisiko cenderung mempertimbangkan sikap netral sampai sedikit dovish karena prospek kebijakan yang lebih fleksibel. Investor disarankan memonitor sinyal pergerakan inflasi terhadap target 2% dan dinamika pekerjaan untuk menentukan arah jangka menengah.
Ekspektasi jangka pendek untuk inflasi tampaknya stabil, dengan fokus pada bagaimana harga barang terkait tarif dan layanan berkontribusi pada jalur disinflasi. Jangka panjang tetap menaruh kepercayaan pada kembalinya inflasi ke level 2%, meskipun jalur penurunan bisa tertunda oleh faktor-faktor seperti dinamika upah dan permintaan konsumen. Fed menegaskan bahwa kebijakan akan menyesuaikan responsnya jika realitas ekonomi bergerak menjauh dari sasaran yang ditetapkan.
Secara keseluruhan nada pernyataan Powell cenderung netral dengan sedikit bias dovish, mengingat kembalinya keberlanjutan pelemahan tekanan ketat dan potensi pemotongan di masa depan. Pelaku pasar perlu membedakan antara dampak kebijakan moneter dan dinamika fiskal, terutama terkait pergerakan pasar tenaga kerja dan spekulasi mengenai penegasan target inflasi. Dalam jangka menengah, fokus investor biasanya bergerak pada rilis data inflasi terbaru, laporan pekerjaan, dan indikator pasar perumahan untuk menilai arah kebijakan yang lebih jelas.