
Alberto Musalem dari St. Louis menilai nada kebijakan Federal Reserve pada Kamis lalu tetap berhati-hati sekaligus hawkish, menyoroti bahwa tingkat inflasi masih tinggi meskipun ada peningkatan optimisme soal AI dan produktivitas. Ia menegaskan bahwa tingkat suku bunga riil kebijakan Fed masih berada di bawah level netral jangka panjang, sehingga tekanan harga tetap menjadi fokus utama. Ekspektasi inflasi jangka panjang juga tampak bergerak sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.
Dalam pandangannya, para pemimpin kebijakan perlu menjaga fokus pada laju inflasi agar kembali mendekati target 2 persen. Musalem menekankan bahwa risiko inflasi masih mengemuka meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan sinyal optimis di beberapa sektor. Ia mengingatkan bahwa sebuah kebijakan yang terlalu longgar dapat memperparah tekanan harga jika permintaan tetap kuat.
Ia menegaskan kesiapan untuk meninjau ulang sikap kebijakannya jika bukti yang lebih konkrit muncul bahwa produktivitas yang lebih tinggi membantu meredam inflasi di masa depan. Ia menekankan bahwa kebijakan akan dinilai secara cermat seiring berkembangnya data.
Data mengenai dampak peningkatan produktivitas akibat AI masih belum konklusif, sehingga tidak ada jaminan bahwa kemajuan teknologi akan secara otomatis meringankan beban inflasi saat ini. Para analis menilai bahwa dampak nyata pada biaya hidup akan bergantung pada bagaimana efisiensi dan permintaan berinteraksi dalam perekonomian. Dalam konteks ini, pembacaan pasar cenderung menimbang risiko bahwa manfaat productivity gains belum tentu cukup untuk menurunkan tekanan harga.
Di sisi lain, Musalem menyoroti bahwa mengandalkan perbaikan di masa depan tanpa bukti kuat bisa berisiko, mengingat tekanan permintaan tetap kuat. Ia menuturkan bahwa kebijakan moneter perlu tetap adaptif dan tidak berani menggeser fokus dari upaya menekan inflasi menuju peningkatan output semata. Ketegasan kebijakan diperlukan agar inflasi tidak menanjak lagi meskipun ada dinamika di sektor teknologi.
Namun, ia menyatakan kesiapan untuk menilai ulang pandangannya jika jelas ada bukti bahwa peningkatan produktivitas berkontribusi pada pelonggaran inflasi. Dalam kerangka ini, para pelaku pasar perlu memantau rilis data produktivitas dan kapan efeknya akan terasa pada harga konsumen.
Komentar ini memperkuat narasi utama bahwa Federal Reserve cenderung mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk periode lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kekhawatiran utama tetap pada kelanjutan inflasi, bukan pada risiko penurunan pertumbuhan dalam beberapa kuartal ke depan. Narasi ini menimbang bahwa inflasi bisa tetap tinggi meskipun pertumbuhan ekonomi tidak menukik tajam.
Menurut pandangan pejabat, kebijakan moneter akan menjaga keseimbangan antara menahan inflasi dan membiarkan pasar bekerja. Risiko terkait inflasi yang persistensi menjadi fokus, sementara dampak jangka pendek terhadap aktivitas ekonomi menjadi perhatian kontinuitas. Para pelaku pasar disarankan memantau indikator inflasi inti, ekspektasi pasar, dan pergerakan imbal hasil obligasi untuk menilai arah kebijakan selanjutnya.
Kebijakan fiskal dan moneter perlu dipantau bersama, karena pergeseran kecil pada inflasi dapat berdampak luas pada pasar global. Analisis seperti ini akan menjadi bagian dari liputan oleh Cetro Trading Insight.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.