
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) terus mengikuti perkembangan kebijakan ekspor satu pintu, termasuk bagi komoditas batu bara melalui DSI. Perusahaan ini menilai perubahan regulasi dapat mempengaruhi rantai pasok dan aktivitas mitra eksportir terutama bagi pemilik IUP dan fasilitas pengolahan. Meskipun demikian, dampak pasti terhadap pendapatan atau laba belum bisa dipastikan karena implementasi kebijakan bisa beragam.
Ivo Wangarry, Direktur Utama MINE, menyatakan perusahaan terus memantau kebijakan pemerintah dan mengkaji potensi dampak tidak langsung terhadap operasional. Ia menekankan kemungkinan perubahan pada kegiatan usaha pemberi kerja maupun mitra usaha yang bergerak di bidang ekspor, pemurnian nikel, atau pengolahan yang menjadi bagian dari rantai pasok. Ia menambahkan bahwa belum bisa ditentukan secara pasti dampak finansial terhadap pendapatan, laba, atau arus kas perseroan.
Jika terjadi penurunan aktivitas akibat kebijakan tersebut, hal ini berpotensi menekan kinerja keuangan perseroan secara tidak langsung. Perusahaan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian kerja sama, termasuk penghentian kontrak sebelum jangka waktu berakhir, bilamana kondisi dari pemberi kerja atau mitra terkait berubah. Dalam perspektif Cetro Trading Insight, platform berita ekonomi kami, rencana mitigasi sedang disiapkan sambil MINE memantau regulasi lebih lanjut dan mengevaluasi strategi operasional sesuai kebutuhan. Analisa kami menekankan pentingnya menjaga arus kas dan hubungan mitra usaha.
Dalam pengumuman resmi, Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Persero melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Perubahan ini menandai komitmen pemerintah untuk merespons kebutuhan ekspor satu pintu dan memosisikan DSI sebagai pintu gerbang ekspor tiga komoditas strategis: batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloys. Langkah ini diharapkan mempercepat proses ekspor, meningkatkan transparansi, dan memberikan landasan regulasi yang lebih kuat bagi para pelaku usaha.
CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, mengumumkan perubahan status DSI melalui akun media sosialnya pada 25 Mei 2026. Dia menjelaskan bahwa DSI akan berperan sebagai gerbang satu pintu ekspor untuk tiga komoditas strategis tersebut, dengan fokus pada penyederhanaan proses dan peningkatan efisiensi rantai pasok. Perseroan masih menilai dampak finansial dan operasional secara internal sambil menyesuaikan langkah-langkah dengan implementasi kebijakan resmi pemerintah.
Meski perubahan ini mengubah lanskap operasional, MINE akan terus memantau perkembangan regulasi dan menilai dampaknya terhadap kontrak kerja serta hubungan dengan mitra usaha. Pihak perusahaan menegaskan belum ada rencana tindakan korporasi khusus terkait kebijakan baru, dan penyesuaian akan mengikuti tenggat implementasi resmi pemerintah. Dalam pandangan Cetro Trading Insight, kami melihat potensi peningkatan efisiensi jika alur ekspor terpusat diterapkan dengan baik, meski risiko transisi tetap perlu dimitigasi untuk menjaga arus kas dan pendapatan di masa mendatang.