FOLK Rencanakan Akuisisi Mayoritas TMI Setelah PMTHMETD: Strategi Ekspansi Garam Utama Tbk

FOLK Rencanakan Akuisisi Mayoritas TMI Setelah PMTHMETD: Strategi Ekspansi Garam Utama Tbk

trading sekarang

PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) berencana mengakuisisi mayoritas saham PT Traya Multi Investama (TMI) setelah menyelesaikan PMTHMETD atau private placement. Langkah ini menandai percepatan strategi perusahaan untuk menguatkan jejak ekspansi melalui akuisisi aset. FOLK menargetkan kepemilikan hingga 99,96 persen saham TMI dalam rencana transisi yang cukup agresif.

Profil operasional TMI belum dipublikasikan secara rinci, namun diketahui berkantor di The Smith Alam Sutera, sebuah proyek mixed-use yang dikembangkan oleh PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE). Keberadaan TMI di lokasi strategis tersebut menambah konteks bagi pemegang saham bahwa akuisisi ini bertujuan menggabungkan aset properti dengan lini usaha perseroan. Aksi korporasi ini juga menunjukkan komitmen pendanaan afiliasi untuk mempercepat implementasi rencana bisnis FOLK.

Transaksi ini dilakukan setelah FOLK memperoleh dana Rp57 miliar melalui private placement. Dalam skema PMTHMETD, perseroan menerbitkan 143 juta saham baru setara 3,63 persen dengan harga pelaksanaan Rp398 per saham. Pemegang saham pengendali FOLK, PT Garam Ventura Indonesia, menyerap 92,96 juta saham, sementara sisanya sebesar 50,25 juta saham dialokasikan kepada Sutopo Widodo.

PMTHMETD atau private placement menjadi alat bagi FOLK untuk menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan menjaga arus kas sambil mempercepat ekspansi strategis perusahaan. Dengan penambahan modal ini, FOLK menegaskan komitmen untuk membiayai proyek-proyek bisnis melalui sumber pendanaan internal.

Pihak pemegang saham terafiliasi berperan sebagai pendanaan tambahan untuk meningkatkan kepastian pendanaan dan mempercepat implementasi rencana bisnis. Komponen afiliasi dinilai dapat memitigasi risiko pembiayaan, sambil menjaga kelancaran aliran kas perusahaan. Keterangan manajemen menekankan bahwa keterlibatan afiliasi membantu perusahaan menjaga kecepatan eksekusi tanpa mengganggu operasi harian.

Hasil private placement memengaruhi struktur modal dan jumlah saham beredar. Setelah transaksi, jumlah saham FOLK meningkat menjadi 4,09 miliar dari sebelumnya 3,95 miliar. Modal disetor dan dibayar penuh FOLK naik dari Rp78,96 miliar menjadi Rp81,83 miliar, menunjukkan peningkatan kapasitas permodalan untuk mendanai rencana strategis.

FOLK Group diketahui memiliki tiga unit bisnis utama, yaitu media on-demand USS Networks, unit ritel drSoap, Amazara, dan Syca, serta segmen Intellectual Property & Community. Sinergi antara unit-unit ini dengan potensi akuisisi TMI bisa memperluas ekosistem bisnis dan memperkuat basis pendapatan perseroan. Fokus pada pengembangan aset dan lisensi IP menjadi pilar bagi pertumbuhan jangka panjang.

Acara akuisisi ini berpotensi mengubah dinamika pasar, meningkatkan skala operasional, dan mempercepat ekspansi perseroan. Namun, investor perlu memantau kemampuan integrasi, biaya akuisisi, serta dampak pada rasio keuangan setelah akuisisi. Juga diperlukan evaluasi atas keberlanjutan arus kas dan sinergi antara unit bisnis dalam jangka menengah.

Secara keseluruhan, langkah FOLK menunjukkan fokus pada pertumbuhan melalui penggabungan aset relevan. Investor disarankan memantau perkembangan pendanaan, perubahan kepemilikan, serta implementasi rencana bisnis yang disampaikan manajemen. Dalam jangka panjang, potensi sinergi lintas unit antara FOLK dan TMI bisa menjadi katalis utama bagi kinerja perseroan.

broker terbaik indonesia