GBP/USD berada di tekanan menurun setelah gagal mempertahankan rebound dari kisaran rendah yang cukup lama. Harga bergerak di bawah level psikologis 1.3500, sehingga sentimen pasar cenderung bearish pada kerangka waktu 4 jam. Break yang meyakinkan dan penerimaan harga di bawah SMA 200 periode telah menarik minat pelaku pasar untuk mengikuti arah tren turun.
Indikator teknikal memperkuat pandangan tersebut meski tidak sepenuhnya menunjukkan tekanan berkelanjutan. MACD masih berada di wilayah negatif, namun histogramnya mulai mengecil, menandakan momentum jual yang mungkin melemah jika validasi teknikal berlanjut. RSI berada di sekitar 39, mengindikasikan kondisi bearish meskipun ada peluang rebound terbatas. Sementara itu, SMA 200 periode perlahan naik, namun pasangan ini tetap berada di bawah level ini, menjaga bias buruk tetap hidup.
Bias jangka pendek masih berat karena harga belum mampu menembus area resistensi utama. Jika harga mampu menembus kembali di atas SMA 200, potensi rebound bisa muncul, tetapi skenario utama tetap menimbang tekanan jual. Faktor teknikal ini relevan untuk menimbang peluang masuk jika konfirmasi lebih lanjut muncul dari indikator lain.
Investors menantikan data inflasi UK serta menit rapat FOMC sebagai pendorong utama arah GBP/USD. Jika inflasi konsumen Inggris menunjuk pada pelemahan, ekspektasi pemotongan suku bunga BoE pada Maret bisa meningkat, memperberat tekanan terhadap Pound Inggris. Data tersebut juga menambah fokus pada bagaimana kebijakan moneter akan membentuk pergerakan pasangan mata uang ini.
Di sisi lain, moderatnya ledakan dolar AS akibat ekspektasi kebijakan dovish Fed bisa membatasi kenaikan USD dan membantu GBP/USD bertahan di level tertentu jika respons pasar terhadap data UK lebih lemah dari ekspektasi. Katalis ini menambah ketidakpastian arah pasangan, terutama menjelang rilis rilis data utama dan pernyataan pejabat kebijakan.
Secara umum, suasana pasar tampak berhati-hati menjelang rilis data, dengan pelaku pasar menilai ketidakpastian dan menunda langkah besar sampai ada konfirmasi teknis yang lebih jelas. Rilis inflasi UK dan FOMC Minutes berfungsi sebagai pemicu utama untuk arah jangka pendek pasangan ini.
Dari sisi teknikal, break di bawah SMA 200 pada kerangka 4 jam dianggap sebagai konfirmasi untuk melanjutkan tren turun. Trader bisa mempertimbangkan posisi jual jika harga menutup di bawah level tersebut dengan konfirmasi tambahan dari indikator lain. Level kunci untuk fokus saat ini berada di sekitar 1.3500 sebagai acuan psikologis dan zona dinamika di bawahnya yang bisa menarik harga lebih rendah.
Rencana transaksi yang diusulkan mengikuti level open 1.3485, take profit 1.3365, dan stop loss 1.3565. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1,5 memberi peluang reward yang sejalan jika pergerakan harga mengikuti skenario bearish. Trader perlu memperhatikan likuiditas jelang rilis data dan menyesuaikan ukuran posisi untuk mengurangi risiko.
| Level | Nilai |
|---|---|
| Open | 1.3485 |
| Take Profit | 1.3365 |
| Stop Loss | 1.3565 |
Penutup: Analisis ini menekankan bahwa arah GBP/USD sangat dipengaruhi oleh data inflasi UK dan suasana kebijakan Federal Reserve. Pembaca disarankan untuk memantau data secara real-time dan menyesuaikan posisi trading sesuai respons pasar yang terjadi, sambil tetap mengikuti pedoman manajemen risiko dari Cetro Trading Insight.