NZDUSD Anjlok Dekat 0.6000 Setelah RBNZ Tetapkan OCR Stabil; DXY Menguat Menjelang Rilis FOMC Minutes

NZDUSD Anjlok Dekat 0.6000 Setelah RBNZ Tetapkan OCR Stabil; DXY Menguat Menjelang Rilis FOMC Minutes

Signal NZD/USDSELL
Open0.600
TP0.585
SL0.610
trading sekarang

NZD mengalami tekanan karena Bank Nasional Selandia Raya (RBNZ) mempertahankan Official Cash Rate di 2.25% sesuai ekspektasi pasar. Gubernur Anna Breman menegaskan tidak akan ada kenaikan sampai ekonomi menunjukkan kekuatan lebih besar dan inflasi meningkat, meskipun ada peluang kenaikan harga pada akhir tahun. Kebijakan ini menambah nuansa hawkish terbalik di pasar yang sebelumnya mengira RBNZ akan lebih agresif tahun ini.

Analyst from ING memperkirakan dua kenaikan suku bunga pada kuartal ketiga tahun ini, mencerminkan pandangan bahwa jalur suku bunga NZD bisa lebih menanjak di paruh kedua. Pasar memintingkan sinyal mengenai bagaimana ukuran dan timing pengetatan akan berjalan. Ketidakpastian kebijakan NZD memicu volatilitas yang lebih tinggi pada pasangan mata uang itu terhadap USD.

Nilai NZD tertekan terhadap Dolar AS karena pelaku pasar menunggu arah kebijakan AS dan data ekonomi terbaru. Indeks DXY naik tipis sekitar 0.1% mendekati level 97.20, sementara investor menilai bagaimana hasil rapat FOMC nanti bisa mengubah ekspektasi jalur kebijakan. Secara umum, dinamika ini menambah tekanan penjualan pada NZDUSD di sekitar area 0.60.

Di sisi kebijakan AS, para peserta pasar menantikan risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Januari yang akan dirilis, karena akan membahas pandangan tentang arah suku bunga. DXY menunjukkan perbaikan harga di beberapa saat menjelang publikasi risalah tersebut, dengan dolar bergerak lebih kuat terhadap beberapa mitra utama. Sentimen pasar masih berhati-hati karena hasil data akan memandu keputusan kebijakan ke depan.

Rapat tersebut juga menandai jeda untuk siklus pelonggaran dan menegaskan bahwa pertemuan kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi. Pasar mengaitkan pernyataan Fed dengan kemungkinan perubahan nada dovish atau hawkish, tergantung pada keluaran data. Sinyal ini memengaruhi pergerakan pasangan mata uang mayor termasuk NZDUSD.

Secara umum, dinamika kebijakan AS menambah kompleksitas bagi trader di pasar forex. Skenario di mana USD menguat bersamaan dengan ketidakpastian kebijakan NZD menambah peluang untuk short pada NZDUSD jika data ekonomi NZ menunjukkan perlunya pengetatan lebih lanjut. Visualisasi ini menjadi fokus analisis kami di Cetro Trading Insight.

Berdasarkan pembahasan kebijakan NZD dalam konteks pasar, sinyal trading untuk pasangan NZDUSD diperkirakan cenderung turun. Kekuatan USD dan kebijakan moneter NZD yang berhati-hati memberi peluang untuk posisi jual dengan target terbatas. Rencana trading disusun dengan asumsi bahwa pasangan bisa bergerak ke bawah menuju level resistance terdekat, sambil membatasi risiko di atas level saat ini.

Rencana entry open di sekitar 0.60, dengan target penghentian pada 0.585 dan batas stop di 0.610. Rasio risiko terhadap imbalan dirancang mendekati 1:1.5, sehingga potensi keuntungan dihitung lebih besar daripada risiko jika harga bergerak sesuai ekspektasi. Namun trader tetap perlu mempertimbangkan volatilitas rilis FOMC minutes yang bisa memicu pergerakan cepat.

Pertimbangan tambahan adalah konteks jangka pendek, menyiratkan bahwa fokus utama adalah peluang penjualan di NZDUSD selama ketegangan kebijakan dan data ekonomi AS relatif positif. Analisis ini disusun untuk pembaca Cetro Trading Insight, dengan rekomendasi kontrol risiko yang jelas dan memahami bahwa hasil aktual bisa berbeda tergantung kejutan data ekonomi.

broker terbaik indonesia