GBP/JPY memasuki fase konsolidasi bullish di kisaran sekitar 212,70-212,75 pada sesi Asia, setelah mencapai puncak sekitar satu setengah minggu. Pergerakan pasar secara umum masih terikat dalam rentang sempit dan tampak menunggu arahan lebih lanjut dari rilis data dan berita global. Kondisi ini menandakan probabilitas breakout masih ada, meski arah pastinya belum jelas.
Sentimen terhadap yen didorong oleh spekulasi intervensi bersama AS untuk menahan pelemahan JPY, sehingga menjadi hambatan bagi GBP/JPY. Ketegangan fiskal Jepang dan ketidakpastian politik domestik ikut membatasi langkah pasangan mata uang ini. Meskipun demikian, sebagian trader melihat yen sebagai penopang terhadap risiko global dan mungkin menopang pergerakan pasangan mata uang jika tekanan meningkat.
Para pelaku pasar menantikan pertemuan kebijakan BoE yang akan berlangsung dalam beberapa hari, dengan alokasi fokus pada arah kebijakan suku bunga. Banyak pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan pemotongan suku bunga di masa depan sebagai bagian dari ekspektasi pasar pada 2026. Kondisi ini membuat GBP/JPY tetap berada di kisaran sempit dan menahan peluang breakout yang signifikan untuk saat ini.
Rapat Bank of Japan belakangan menonjolkan nada hawkish, dengan pembuat kebijakan membahas tekanan harga akibat yen yang melemah. Ringkasan Pendapat pertemuan Januari menunjukkan dukungan terhadap pengetatan lebih lanjut untuk menjaga keseimbangan antara inflasi dan pertumbuhan. Jawaban kebijakan yang lebih tegas ini memberikan dampak pada pergerakan yen dan membatasi potensi kenaikan GBP/JPY.
Ketidakpastian fiskal Jepang dan dinamika politik domestik ikut membatasi ruang bagi yen untuk menguat lebih lanjut. Meskipun ada dorongan dari kemungkinan intervensi AS-Jepang, investor tetap berhati-hati menjelang rapat kebijakan BoE. Ketegangan politik domestik menambah risiko jangka pendek bagi GBP, sehingga pasangan mata uang berada di bawah pengawasan ketat.
Para analis juga mempertimbangkan skenario BoE yang bisa mengubah aliran modal jika bank sentral Inggris menimbang pemotongan suku bunga pada 2026. Ekspektasi ini dapat memberikan arah baru bagi GBP/JPY jika BoE menandai kebijakan jalan yang lebih lunak. Secara keseluruhan, dinamika kebijakan dan faktor fiskal membuat GBP/JPY tetap jadi fokus pasar, meski peluang breakout tidak terlepas.