GBP/JPY Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Risiko Pasokan Minyak

GBP/JPY Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Risiko Pasokan Minyak

trading sekarang

Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam yang ingin memahami arah GBP/JPY. GBP/JPY sedang mendaki mendekati level tertinggi dalam sebulan, seiring yen Jepang tertekan oleh dinamika konflik AS-Iran. Pasar khawatir gangguan di Selat Hormuz bisa mengganggu pasokan energi yang sangat dibutuhkan Jepang.

Pada saat ini GBPJPY berada sekitar 212.25, mendekati puncak satu bulan. Sentimen investor didorong oleh kebijakan risiko yang meningkat terkait geopolitik, sehingga volatilitas di pasar FX relatif tinggi. Analis menilai dinamika ini sebagai cerminan reputasi Yen sebagai mata uang safe-haven yang sedang terseret oleh berita regional.

Sekitar 95% minyak mentah Jepang berasal dari negara Timur Tengah, dengan sekitar 70% lewat Selat Hormuz. Ketegangan berkelanjutan meningkatkan premi risiko pada harga minyak. Meskipun ada respons diplomatik seperti rencana rilis cadangan minyak global, volatilitas di pasar energi tetap tinggi karena eskalasi konflik di kawasan.

Risiko pasokan minyak melalui Hormuz menjaga volatilitas pasar energi global. G7 membahas rilis cadangan minyak secara terpadu melalui IEA sebagai langkah stabilisasi harga. Jepang menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi internasional.

Harga minyak sempat turun tajam setelah pernyataan Presiden AS yang menilai perang telah "selesai", meski ketegangan di wilayah tersebut berlanjut. Kondisi geopolitik terus menambah volatilitas, membuat investor menimbang implikasi inflasi terhadap kebijakan moneter. Ketidakpastian ini juga mempengaruhi relokasi portofolio di pasar mata uang dan komoditas.

Di sisi kebijakan moneter, pasar menilai bahwa bank sentral utama akan menimbang risiko inflasi global saat menentukan langkah berikutnya. Market mengurangi ekspektasi potongan suku bunga BoE, memberi dukungan moderat terhadap sterling. Investor juga mengawasi pernyataan pejabat BoJ yang bisa mempengaruhi arah yen sebagai bagian dari dinamika yield berbeda.

Kondisi Ekonomi Jepang dan Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral

Data GDP Jepang untuk Q4 menunjukkan pertumbuhan 0.3% QoQ, sesuai ekspektasi dan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Angka tahunan (annualized) GDP Jepang naik menjadi 1.3%, melampaui estimasi 1.2%. Angka-angka ini memberikan gambaran ketahanan ekonomi Jepang meski tekanan biaya energi meningkat.

Sementara itu, data ritel Inggris menunjukkan pertumbuhan LFL 0.7% YoY pada Februari, melambat dari 2.4% pada bulan sebelumnya dan di bawah proyeksi 2.3%. Perkembangan ini menambah volatilitas pada reli GBP terhadap yen, karena dinamika pertumbuhan konsumen mempengaruhi prospek kebijakan BoE. Investor tetap fokus pada bagaimana data ini menyelaraskan harapan kenaikan suku bunga di masa depan.

Secara umum, prospek GBPJPY tetap sensitif terhadap berita geopolitik dan data ekonomi. Level teknikal di sekitar 212.00–213.00 menjadi area penting jika sentimen risiko tetap positif. Dengan risiko/imbalan yang sejalan, trader disarankan menunggu konfirmasi arah melalui pernyataan kebijakan bank sentral dan rilis data mendatang.

broker terbaik indonesia