Aud/USD menunjukkan momentum positif untuk hari ketiga berturut-turut, diperdagangkan sekitar 0.7125 pada Selasa. Pendorong utamanya adalah naiknya imbal hasil obligasi Australia dan dugaan bahwa kebijakan moneter bank sentral negara itu akan lebih tegas jika diperlukan. Pasar juga melihat dolar AS yang lebih lemah, sehingga aset berisiko mendapat dukungan tambahan.
Pergerakan pasangan ini juga didorong oleh tekanan yield yang meningkat di pasar obligasi Australia dan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih hawkish. Saat likuiditas global menekan dolar AS, AUD mendapat dukungan relatif dari preferensi investor terhadap aset berisiko dan perbedaan suku bunga antara Australia dan Amerika Serikat. Kondisi ini menciptakan dinamika yang memicu rebound harga pada AUDUSD.
Di level domestik, indikator sentimen Australia menunjukkan gambaran campuran. Indeks kepercayaan konsumen Westpac naik 1.2% pada Maret, menjadi kenaikan pertama setelah beberapa bulan penurunan. Sementara itu, NAB Business Confidence turun menjadi -1 di Februari, menandai pembacaan negatif pertama sejak tahun lalu. NAB Business Conditions tetap di level 7, memberikan beberapa dukungan bagi narasi reli AUD jangka pendek.
Selain faktor domestik, pasar juga menatap tensi geopolitik, yang meningkatkan harga energi dan berdampak pada inflasi serta prospek kebijakan. Implikasi dari tekanan tersebut mendorong hasil obligasi 10-tahun Australia hingga sekitar 5%, level tertinggi dalam beberapa waktu. Kondisi ini meningkatkan peluang RBA untuk tetap bias hawkish dalam beberapa rapat mendatang.
Analisa investor menggarisbawahi bahwa narasi AUD tetap didukung oleh diferensial suku bunga yang lebih menguntungkan bagi Australia. Beberapa institusi menilai bahwa langkah-langkah kebijakan yang lebih tegas bisa menjaga AUD tetap menarik dibanding pasangan valas utama lainnya. Semua ini berkontribusi pada solidnya fondasi untuk pergerakan AUD/USD ke zona atas bagi minggu-minggu mendatang.
Dalam konteks teknikal, pasar memantau level kunci seperti resistance sekitar 0.7150 dan potensi target di atasnya jika harga menembus level tersebut. Arah lebih lanjut akan sangat bergantung pada rilis data inflasi AS dan pernyataan kebijakan Federal Reserve yang akan datang, yang dapat memicu volatilitas tambahan pada pasangan mata uang ini.
Diawalnya, dolar AS mengalami pelemahan karena permintaan terhadap aset safe-haven berkurang, dan investor menunggu data inflasi AS untuk tahun ini. Ekspektasi segera dirilisnya CPI dan PCE Price Index mendatang menambah tekanan pada mata uang AS. Pasar merespon positif terhadap potensi resolusi konflik global yang lebih cepat dari perkiraan, meski ketegangan regional tetap menjadi faktor risiko.
Data perdagangan China menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya konsisten. Surplus perdagangan Februari dilaporkan kuat, namun ukuran dalam yuan menunjukkan perlambatan relatif, sehingga dampaknya terhadap AUD terbatas. Di sisi lain, dinamika ekspor-impor China tetap menjadi pendorong utama bagi AUD untuk tetap berada pada jalur kuat ketika aktivitas regional pulih.
Berbagai analis menyoroti bahwa AUD tetap menjadi salah satu mata uang berisiko terkemuka di pasar, didukung oleh kebijakan fiskal dan perdagangan yang lebih kuat. Penilaian ini menguatkan narasi bahwa AUD dapat menjaga momentum ketika sentimen risiko global membaik dan volatilitas menurun pada beberapa risiko geopolitik utama.
Secara teknikal, AUDUSD berada di sekitar level 0.7125 dengan potensi lonjakan menuju resistance near 0.7150–0.7160. Break di atas level tersebut dapat membuka peluang menuju target sekitar 0.7175, terutama jika data inflasi AS mendukung ekspektasi kebijakan yang lebih menahan suku bunga dovish.
Analisis dari sejumlah bank menunjukkan peluang long pada AUD tetap menarik. SocGen menyoroti posisi long AUD yang masih solid, sementara BBH menyatakan bahwa ada peluang kenaikan suku bunga RBA pada rapat berikutnya jika tekanan inflasi berlanjut. ING juga menilai AUD sebagai salah satu mata uang high-beta terbaik di pasar saat ini.
Rencana trading yang disarankan adalah membeli AUDUSD dengan stop loss di 0.7100 dan take profit di sekitar 0.7175. Rasio risiko-imbalan diperkirakan sekitar 1:2 atau lebih, mencukupi kriteria risiko yang terukur. Perubahan skenario bisa terjadi jika rilis data ekonomi utama AS maupun pernyataan kebijakan Fed menimbulkan variasi signifikan di pasar.