EURUSD menguat ke sekitar 1.1915 di sesi Eropa awal, didorong oleh pelemahan dolar AS. Pergerakan ini membuat pelaku pasar menantikan arah lebih lanjut terkait data ekonomi dan kebijakan bank sentral yang akan datang.
Investors menantikan laporan pekerjaan AS bulan Januari sebagai fokus utama hari itu. Hasilnya diperkirakan akan mempengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve dan potensi perubahan laju suku bunga di masa mendatang.
ECB tetap menempuh pendekatan berbasis data dan tidak terburu-buru mengubah suku bunga. Kepala bank sentral menegaskan bahwa kebijakan akan disusun pertemuan demi pertemuan sesuai perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Penjualan ritel AS Desember tidak berubah menjadi 735 miliar dolar, memberikan dorongan bagi dolar yang lebih lemah dan meningkatkan perhatian pada pasangan mata uang utama. Secara bulanan angka ini lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0,4 persen dan melanjutkan laju yang lebih rendah dibanding November yang naik 0,6 persen.
Secara tahunan, penjualan ritel Desember naik 2.4 persen, melambat dibandingkan periode sebelumnya. Data ini menambah tekanan pada prospek inflasi dan kebijakan suku bunga AS, dengan para pejabat tetap berhati-hati dalam menerapkan pemotongan lebih lanjut.
Beberapa pejabat Fed juga menekankan bahwa laju kenaikan suku bunga bisa bertahan lebih lama sambil menilai data ekonomi yang masuk, sementara optimisme bahwa inflasi akan turun tetap ada asalkan pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang material jika diperlukan untuk pemotongan lebih lanjut.
Di sisi kebijakan moneter, ECB memutuskan untuk menahan suku bunga utama pada 2.0 persen untuk pertemuan kelima berturut-turut, sejalan dengan harapan luas pasar dan fokus pada data ekonomi yang masuk.
Presiden Christine Lagarde menekankan pendekatan data dependent dan pertemuan demi pertemuan tanpa mengikat jalur kebijakan masa depan. Hal ini menambah ketidakpastian tentang arah suku bunga jangka menengah untuk euro.
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar ekonom memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga sepanjang sisa 2026, sehingga EURUSD dapat mempertahankan kisaran mendekati level saat ini dalam jangka dekat sambil menunggu data ekonomi selanjutnya.