GBP/JPY turun ke sekitar 212.60 setelah kemenangan Takaichi; Yen menguat dan risiko politik Inggris menekan Pound

GBP/JPY turun ke sekitar 212.60 setelah kemenangan Takaichi; Yen menguat dan risiko politik Inggris menekan Pound

Signal GBP/JPYSELL
Open212.600
TP210.350
SL214.100
trading sekarang

GBP/JPY telah bergerak volatil setelah mencapai puncak sesi di sekitar 214.41 dan turun menuju 212.60 pada sesi Senin. Pergerakan ini mencerminkan adanya permintaan Yen yang menguat terhadap mata uang utama, termasuk Sterling. Investor menimbang dampak kebijakan fiskal Jepang dan dinamika likuiditas pasar dalam beberapa hari terakhir.

Keberhasilan Sanae Takaichi dalam pemilihan pada Minggu lalu memberi mandat politik untuk memperluas stimulus dan reform fiskal. Hasil tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap kinerja ekonomi Jepang meskipun beban utang tetap menjadi isu krusial. Kondisi ini mendorong beberapa pelaku pasar untuk menggeser eksposur mereka terhadap Yen dan mengurangi posisi jual Yen.

Data teknikal menunjukkan tekanan terhadap Pound juga dipicu oleh dinamika politik di Inggris. Sementara Yen diperdagangkan lebih kuat secara umum, jalannya pemulihan Yen belum pasti karena tantangan fiskal jangka panjang Jepang. Secara keseluruhan, pasar meneruskan kehati-hatian sambil menilai potensi intervensi pemerintah terhadap volatilitas mata uang.

Dinamika kebijakan Jepang dan sinyal pasar

Pemilihan yang dimenangkan LDP memberi sinyal bahwa pemerintah Jepang berpotensi memperluas program stimulus. LDP meraih 316 dari 465 kursi di Majelis Rendah, menciptakan ruang bagi kebijakan fiskal pro-growth. Hal ini meningkatkan ekspektasi investor terhadap stimulus baru dan dampaknya pada aliran mata uang.

Atsushi Mimura, duta besar mata uang terkemuka, menegaskan bahwa pemerintah Jepang memantau pergerakan mata uang dengan urgensi tinggi. Komentar tersebut meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan intervensi jika volatilitas semakin melebar. Pasar juga menimbang bagaimana tindakan kebijakan akan mempengaruhi harga Yen terhadap dolar dan pasangan utama lain.

Meskipun peluang intervensi mengemuka, jalannya pemulihan Yen tetap menantang. Struktur fiskal Jepang, beban utang nasional, dan dinamika pertumbuhan menjadi faktor pembatas. Investor tetap fokus pada bagaimana kebijakan tersebut menyeimbangkan dukungan pertumbuhan dengan stabilitas fiskal jangka panjang.

Pengaruh konflik politik Inggris terhadap Pound

Di Inggris, ketidakpastian politik meningkat saat skandal baru memerankan peran penting. Kredibilitas pemerintahan yang dipimpin Partai Labour menjadi persoalan utama bagi investor yang menilai arah kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi. Dalam situasi seperti ini, pergerakan Pound cenderung lebih responsif terhadap berita politik ketimbang indikator ekonomi konvensional.

Pengunduran Morgan McSweeney sebagai Chief of Staff Downing Street menarik fokus pada kredibilitas pemerintahan. Investigasi kriminal terkait kebocoran informasi oleh Mandelson dipantau sebagai risiko tambahan bagi stabilitas Pound. Pasar menilai apakah tekanan politik akan menahan keinginan otoritas moneter untuk menjaga volatilitas mata uang.

Tanpa data ekonomi kunci yang dirilis, Pound dapat tetap sensitif terhadap berita politik dan spekulasi mengenai koalisi kebijakan. Namun menurut Cetro Trading Insight, dinamika politik bisa menjaga Pound dalam jalur volatilitas yang lebih tinggi hingga ada kejelasan lebih lanjut tentang arah kebijakan. Kondisi ini menandai periode berhati-hati bagi trader forex yang mengawasi pasangan mata uang terkait Pound.

broker terbaik indonesia