GBP melemah terhadap USD karena ketidakpastian politik Inggris; volatilitas gilts dan prospek BoE jadi fokus pasar

GBP melemah terhadap USD karena ketidakpastian politik Inggris; volatilitas gilts dan prospek BoE jadi fokus pasar

trading sekarang

GBP terdepresiasi sedikit terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan terbaru, mencatat kinerja yang lebih lemah dibanding mayoritas mata uang G10. Para analis FX di beberapa lembaga menekankan bahwa ketidakpastian politik di Inggris memicu volatilitas singkat di pasar obligasi pemerintah. Pergerakan harga obligasi gilts yang fluktuatif menjadi cermin dari sentimen investor yang menimbang risiko fiskal jangka pendek.

Benturan antara data politik dan dinamika fiskal membuat GBP tertekan sekitar 0,1% terhadap USD, dan kinerjanya lebih buruk dibanding hampir seluruh mata uang G10 kecuali yen Jepang. Gelombang rumor mengenai tantangan terhadap kepemimpinan pemerintahan turut meningkatkan volatilitas di pasar obligasi dan menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar. Imbal hasil gilts sempat melonjak beberapa basis poin sebelum berbalik arah, menandakan respons pasar yang sensitif terhadap berita politik.

Para analis menilai ketidakpastian politik yang diperbarui sebagai sentimen negatif bagi Inggris dan mata uangnya. Pasar tetap fokus pada bagaimana fiskal negara akan bereaksi terhadap dinamika politik pasca kejutan 2022, serta bagaimana respons anggaran mini yang dipantau pasar akan mempengaruhi reputasi fiskal. Rilis data pinjaman sektor publik yang lebih baik dari ekspektasi menambah nuansa campuran, sementara investor menantikan data ritel dan PMI untuk arahan BoE di pertemuan berikutnya.

Implikasi kebijakan dan prospek BoE

Rilis data pinjaman sektor publik pada hari Kamis dilaporkan sedikit lebih baik daripada perkiraan, menambah gambaran bahwa tekanan fiskal tidak memburuk secara tajam. Analisis pasar menunjukkan bahwa angka yang lebih kuat dari ekspektasi memberi sedikit ruang bagi BoE untuk menilai risiko tanpa terpaku pada tekanan fiskal yang ekstrem. Dalam konteks ini, fokus beralih ke bagaimana komentar pejabat BoE bisa mempengaruhi nada kebijakan di tengah volatilitas yang masih ada.

Di sisi data domestik, ritme rilis IHK dan angka ketenagakerjaan yang beragam sebelumnya pekan ini memperkaya narasi bagi kebijakan moneter. Risiko domestik tetap tinggi menjelang akhir minggu karena investor menunggu penjualan ritel dan indeks PMI awal yang krusial. Ketidakpastian fiskal ini dapat menjaga volatilitas GBP tetap tinggi dan memicu reaksi beragam di pasar mata uang.

Melihat ke depan, pasar menantikan arah BoE pada pertemuan berikutnya pada 5 Februari, dengan ekspektasi pasar tertuju pada bagaimana fiskal negara mempengaruhi poros kebijakan suku bunga. Perkembangan berita fiskal yang kurang konsisten dapat memperlebar perbedaan antara jalur kebijakan BoE dan stimulus fiskal, sehingga menambah volatilitas pasangan GBPUSD. Secara keseluruhan, keputusan berikutnya dianggap krusial bagi pembuat keputusan dan investor yang mencoba menilai risiko-sinyal di pasar valuta asing.

broker terbaik indonesia