GBP/USD Berpotensi Turun Menjelang Data Makro AS: Analisis Risiko dan Peluang Short

GBP/USD Berpotensi Turun Menjelang Data Makro AS: Analisis Risiko dan Peluang Short

Signal GBP/USDSELL
Open1.338
TP1.320
SL1.345
trading sekarang

Kondisi Pasar GBP/USD dan Faktor Tekanan Utama

GBP/USD berupaya mendapatkan traksi untuk hari kedua berturut-turut, namun pergerakannya masih berada dalam kisaran sempit. Konsolidasi sideways terlihat di atas level 1,3400 selama sesi Asia, menunjukkan kehati-hatian di kalangan trader. Volume dan likuiditas cenderung menipis menjelang rilis data penting.

Faktor utama yang membentuk arah pasangan adalah data makro AS yang akan dirilis. Indeks Harga PCE (Personal Consumption Expenditures) dan data pertumbuhan PDB kuartal ketiga diperkirakan menjadi pendorong utama jalur kebijakan Federal Reserve. Respons pasar terhadap data ini bisa menentukan arah dolar AS dalam jangka pendek.

Di sisi USD sendiri, beberapa faktor mendukung penguatan lanjutan, termasuk deeskalasi perang dagang dan pernyataan pejabat Gedung Putih terkait kerangka kerja perjanjian Greenland dengan NATO. Semua ini membatasi momentum bullish bagi GBP/USD meski harga tetap bertahan di atas Moving Average 200-hari sebagai landasan teknikal. Selain itu, pasar menilai risiko politik global.

Sentimen BoE dan Diksi Kebijakan pada Pound

Di Inggris, ekspektasi mengenai penurunan suku bunga menjadi terbagi setelah Indeks Harga Konsumen meningkat 3,4% YoY pada Desember. Data tersebut menambah tekanan untuk BoE menilai risiko inflasi dan pertumbuhan. Pelaku pasar mencoba menimbang antara langkah kebijakan yang lebih dikendalikan dan kebutuhan mendukung aktivitas ekonomi.

Namun, pelaku pasar masih menilai kemungkinan satu atau dua pemotongan suku bunga seperempat poin pada 2026, sehingga tidak ada konsensus kuat untuk langkah agresif. Kondisi ini menjaga volatilitas GBP/USD tetap relatif rendah. Investor terus memantau perkembangan data inflasi dan pertumbuhan, yang bisa mengubah jalur kebijakan BoE.

Secara teknikal, GBP/USD tetap diminati dengan harga yang bertahan di atas SMA 200-hari sekitar 1.3365–1.3360. Level ini tetap berfungsi sebagai poros utama untuk arah jangka pendek, sementara pergerakan di atas atau di bawahnya bisa mengubah sentimen trader secara signifikan.

Analisis Teknis dan Rencana Perdagangan

Dari sisi teknis, pergerakan harga menunjukkan dinamika yang relatif terkontrol meski ada berita makro. Level 1.3365–1.3360 berperan sebagai titik pivot penting yang membantu menjaga sesi saat ini. Jika tekanan dolar semakin kuat, GBP/USD bisa menurun dan menembus support utama menuju kisaran 1.3200.

Rencana perdagangan mengikuti kerangka risiko yang wajar: fokus pada peluang jual dengan target penurunan yang luas dan stop loss yang cukup rapat. Untuk posisi short, pedagang bisa mempertimbangkan entry di sekitar 1.3375 dengan target sekitar 1.3200 serta stop di 1.3450 untuk menjaga risiko terbatas dan rasio risiko/imbalan di atas 1:1.5. Hal ini memberikan kerangka eksponensial untuk manajemen risiko.

Singkatnya, sinyal trading saat ini mengarah ke SELL GBPUSD sesuai dinamika data makro dan setup teknikal yang menunjukkan potensi penurunan berkelanjutan jika data AS mengejutkan ke arah positif bagi dolar. Namun, pasar tetap sangat sensitif terhadap pernyataan kebijakan Fed dan BoE, sehingga perubahan sentimen dapat datang tiba-tiba. Manajemen risiko tetap menjadi keharusan untuk menjaga eksposur tetap terkendali.

broker terbaik indonesia