GBP/USD berhasil menembus area 1,3600, menyentuh level tertinggi sejak September 2025. Lonjakan ini mencerminkan respons pasar terhadap data ekonomi Inggris yang lebih kuat dari ekspektasi. Meski dolar AS masih berada di bawah tekanan, pasangan ini menunjukkan momentum upside yang jelas.
Rilis PMI Gabungan Inggris naik menjadi 53,9 pada Januari, dengan PMI Jasa 54,3 dan PMI Manufaktur 51,6. Indikator ini menunjukkan ekspansi di semua sektor, menambah kepercayaan bahwa aktivitas ekonomi berada dalam tren positif. Pasar pun mengkaji kemungkinan BoE menahan arah kebijakan atau menunda pemotongan suku bunga dalam jangka pendek.
Penjualan ritel Desember naik 0,4% MoM, pulih dari penurunan bulan sebelumnya, sementara pertumbuhan tahunan mencapai 2,5%. Data konsumen ini memperkuat pandangan bahwa momentum belanja rumah tangga masih solid. Secara keseluruhan, pergerakan harga GBP/USD menunjukkan minat beli yang meningkat meskipun volatilitas pasar tetap tinggi karena dinamika kebijakan global.
Data ekonomi Inggris yang lebih kuat mengurangi tekanan untuk pemotongan suku bunga BoE dalam waktu dekat, sehingga sterling mendapat dukungan fundamentals. Investor menilai peluang Pound untuk melanjutkan irama kenaikan jika data domestik tetap kuat. Hal ini membantu menahan potensi retracement pada pasangan GBPUSD.
Di sisi lain, dolar AS berada di bawah tekanan luas karena kekhawatiran perdagangan, kebijakan, dan kredibilitas kebijakan moneter. Beberapa komentar politik dan dinamika legislasi juga menambah ketidakpastian bagi USD. Kondisi ini memperkuat daya tarik pasangan mata uang mayor terhadap Pound.
Kebijakan fiskal dan dinamika politik internasional menambah volatilitas pasar, tetapi tren yang lebih kuat pada GBP terlihat menutup celah antara data Inggris dan risiko kebijakan AS. Pelaku pasar menilai bahwa pandangan ekspansi ekonomi Inggris lebih menonjol dibandingkan dengan tekanan pada dolar. Dengan demikian, pasangan ini berada dalam fokus investor yang mencari peluang carry dan breakout.
Dinamika pasar global mempengaruhi arus modal, dan risk sentiment yang berubah-ubah membuat GBPUSD tetap berisiko. Meskipun begitu, data positif dari Inggris memberikan fondasi yang lebih kokoh untuk pergerakan ke atas. Dalam konteks ini, breakdown atau konsolidasi menjadi bias yang perlu diamati.
Analisis teknikal menunjukkan pergerakan harga yang sedang menguat, dengan 1,3600 berfungsi sebagai level penting untuk acuan. Target jangka menengah berada di sekitar 1,3880 dengan stop di 1,3460 untuk menjaga rasio reward terhadap risiko di atas 1,5:1. Peluang buying tetap relevan asalkan data Inggris tetap kuat dan sentimen terhadap USD tetap lemah.
Investors perlu memantau rilis data AS berikutnya serta komentar BoE yang lebih jelas. Perkembangan geopolitik dan kebijakan Fed bisa mengubah arah pasar dengan cepat. Secara keseluruhan, peluang bullish pada GBPUSD tetap ada jika fundamen Inggris tetap kuat.