GBP/USD bergerak lebih tinggi mendekati kisaran 1.3500 karena dolar AS melemah. Pelemahan imbal hasil obligasi AS juga membantu sentimen pada pasangan mata uang ini. Para pelaku pasar menilai peluang bahwa dolar akan tetap tertekan sebelum rilis data penting pekan ini.
Indeks dolar AS DXY turun sekitar 0,2 persen ke level mendekati 97,60, sementara imbal hasil 10-tahun AS berada di sekitar 4 persen, level terendah dalam lebih dari satu tahun. Data ini memberi dukungan bagi GBP untuk menguat meski fokus investor masih pada faktor fundamental dan kebijakan moneter yang akan datang.
Spekulan akan menilai rilis data Producer Price Index (PPI) AS untuk bulan Januari yang dijadwalkan pukul 13:30 GMT. Hasil data ini diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve, meskipun pasar juga memperhatikan sinyal dari BoE mengenai jalur suku bunga.
Investor akan memperhatikan data PPI AS bulan Januari untuk mendapatkan gambaran tekanan harga di sektor produksi. Angka yang dirilis bisa memicu volatilitas di pasar valas jika menyimpang dari ekspektasi konsensus.
Hasil PPI memiliki potensi memengaruhi prospek inflasi dan, pada gilirannya, kebijakan moneter bank sentral. Pasar mencoba menilai apakah sinyal ini akan memperkuat rencana Federal Reserve menuju kebijakan yang lebih hati-hati.
Selain itu, pandangan terhadap kebijakan BoE juga menjadi sorotan, dengan ekspektasi bahwa bank sentral Inggris bisa melanjutkan pola kebijakan yang mengakui perlambatan ekonomi. Para pelaku pasar menunggu pidato BoE Chief Economist Huw Pill untuk menilai komitmen terhadap jalur saat ini.
Harga GBP/USD saat ini berada di sekitar 1.3492, dengan bias jangka pendek netral namun sedikit cenderung turun karena berada di bawah dukungan rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari di sekitar 1.3550. Momentum teknikal terlihat lesu, dengan RSI 14 hari mendekati level 40, menunjukkan ruang untuk pergerakan samping di level tersebut.
Terdapat rintangan utama di sekitar 1.3550 di area EMA 20 hari; penutupan harian di atas level ini diperlukan untuk membuka peluang menuju zona 1.3680 dan tertinggi Januari di sekitar 1.3830. Namun, jika harga gagal menembus, risiko revisi ke bawah bisa meningkat menuju zona 1.3434 yang menjadi rendah Februari lalu.
Secara keseluruhan, pembacaan teknis menyiratkan konstelasi yang tidak kuat arah, dengan potensi pergerakan besar tergantung kejutan data ekonomi dan bagaimana pasar menafsirkan komentar kebijakan Bank of England serta respons pasar terhadap dolar AS. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.