GBP/USD Mengalami Pelemahan Terbatas Pasca Inflasi Inggris Naik; Analisis Teknis Menunjukkan Sinyal Jual

GBP/USD Mengalami Pelemahan Terbatas Pasca Inflasi Inggris Naik; Analisis Teknis Menunjukkan Sinyal Jual

Signal GBP/USDSELL
Open1.343
TP1.334
SL1.346
trading sekarang

GBP/USD menunjukkan pelemahan tipis setelah pernyataan Presiden AS di Davos yang menyatakan ia tidak akan menggunakan kekuatan berlebih untuk memaksakan tarif. Meskipun demikian, sentimen pasar secara umum membaik karena beberapa ketegangan geopolitik mereda, menjaga arus modal mencari aset berisiko yang lebih kuat. Pergerakan pasangan ini juga dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter di Inggris terkait dinamika inflasi.

Inflasi Inggris melampaui ekspektasi, mencapai 3,4% YoY pada Desember, dipicu oleh kenaikan tiket pesawat dan tembakau. Meski angka ini lebih tinggi dari proyeksi, pasar menilai bahwa Bank of England masih mempertahankan jalur pelonggaran dalam skenario dasar saat ini karena kondisi pasar tenaga kerja yang melemah. Kondisi ini menjaga peluang pelonggaran suku bunga tetap relevan hingga beberapa kuartal mendatang.

Sementara itu, investor menanti data Produk Domestik Bruto AS untuk Q3 2025, klaim tunjangan pengangguran awal, dan indeks harga belanja konsumsi pribadi PCE untuk melihat arah pertumbuhan dan inflasi. Data ini berpotensi menggeser peta risiko dan mempengaruhi volatilitas GBPUSD dalam beberapa hari ke depan. Dalam konteks ini, komentar pejabat dan rilisan data bisa menentukan trajektori pasangan di minggu ini.

Analisis Teknis

Secara teknis, GBP/USD gagal memperpanjang tren kenaikan dan terkonsolidasi di kisaran 1,3403–1,3455. RSI tetap menunjukkan bias bullish meskipun harga bergerak mendatar, menandakan momentum saat ini belum memiliki arah jelas. Kondisi ini menekankan kebutuhan bagi harga untuk menembus level kunci agar arah tren dapat dipetakan lebih tegas.

Level kunci mengatur irama pergerakan: jika harga menembus SMA 20-hari di 1,3455, resistance berikutnya berada di sekitar 1,3491–1,3500 dan berpotensi menguji 1,3567 jika momentum kuat. Di sisi lain, jika harga menembus SMA 200-hari di 1,3403, support terdekat berada di 1,3338 dan potensi penurunan lebih lanjut bisa muncul. Trader perlu menilai peluang berdasarkan volatilitas dan konfirmasi teknis.

Pergerakan pasar tetap sensitif terhadap data ekonomi dan berita geopolitik yang berkembang. Arah teknis GBPUSD akan sangat bergantung pada tembusan level utama dan momentum relatif terhadap indikator RSI. Dalam kondisi seperti ini, setup perdagangan jangka pendek lebih mungkin muncul ketika harga memasuki rentang tertentu dengan konfirmasi pola grafik.

Rencana Perdagangan dan Sinyal

Sinyal perdagangan berdasarkan analisis saat ini mengimplikasikan peluang jual di sekitar harga 1.3433 dengan target ke 1.3338. Stop loss ditempatkan di 1.3455 untuk membatasi kerugian jika harga mencoba menembus resistance. Kondisi teknis saat ini mendukung pendekatan entry berdasarkan pelemahan harga mengikuti tekanan teknikal, sehingga potensi keuntungan dapat terwujud jika price action bergerak sesuai pola.

Rasio risiko-imbalan untuk skenario ini sekitar 4,3:1, memenuhi kriteria minimal 1:1.5. Strategi ini mengandalkan potensi penurunan teknis menuju support terdekat sambil membatasi potensi kerugian pada batas stop loss yang telah ditetapkan. Hal ini juga mengharuskan manajer risiko untuk memantau volatilitas rilis data ekonomi.

Manajemen risiko inti adalah tetap mengikuti dinamika harga. Jika harga menembus 1,3455 secara jelas atau menutup di atasnya, disarankan untuk keluar dari posisi karena peluang pembalikan arah bisa meningkat. Investor harus siap menyesuaikan eksposur jika situasi pasar berubah.

KontenDetail
Harga Saat Ini1.3433
SMA201.3455
SMA2001.3403
Target (TP)1.3338
Stop Loss (SL)1.3455
broker terbaik indonesia