GBP/USD Mengalami Tekanan Setelah Data Tenaga Kerja AS; Analisis Teknis dan Peluang Trading

GBP/USD Mengalami Tekanan Setelah Data Tenaga Kerja AS; Analisis Teknis dan Peluang Trading

Signal GBP/USDSELL
Open1.3444
TP1.33
SL1.3517

Dinamika Makro AS dan Implikasi bagi GBP/USD

Data tenaga kerja AS yang lebih kuat menambah tekanan pada volatilitas mata uang utama. Laporan klaim pengangguran untuk minggu yang berakhir pada 3 Januari tercatat 208 ribu, lebih rendah dari ekspektasi 210 ribu meski lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Kondisi ini memperkuat posisi Dolar AS dan menekan peluang pemotongan suku bunga The Fed pada tahun ini, sehingga GBP/USD terseret lebih rendah.

Analisis pasar menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) Desember diproyeksikan bertambah sekitar 60 ribu pekerjaan, lebih rendah dari angka 64 ribu pada bulan sebelumnya. Angka-angka ini menambah sinyal bahwa dinamika tenaga kerja AS tetap kuat meskipun momentum pelonggaran kebijakan berangsur melambat. Di samping itu, laporan Challenger menyatakan pemutusan hubungan kerja Desember sebesar 35.553, hampir separuh dari 71.321 pada November, sebuah tanda positif meski pada konteks tahunan kemacetan pengangguran masih menjadi fokus.

Di sisi perdagangan, defisit perdagangan AS menyusut dari 48,1 miliar dolar menjadi 29,4 miliar dolar pada Oktober karena penurunan impor, terutama farmasi. Data ini memberikan sinyal bahwa gangguan impor berkurang dan dolar dapat tetap kuat, meskipun faktor lain tetap membentuk arah kebijakan moneter. Beberapa analis menilai bahwa Inggris mungkin tampil lebih baik pada 2026, sementara rilis GDP dan angka ketenagakerjaan minggu depan akan menjadi fokus bagi prospek Sterling.

Katalis Pasar dan Persepsi terhadap Sterling

Pasar menilai data AS yang lebih kuat sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter AS akan lebih hawkish. Akibatnya, Pound tertekan dan GBP/USD turun untuk hari ketiga berturut-turut dengan penurunan sekitar 0,1%. Investor tetap waspada terhadap potensi perubahan kebijakan yang bisa memengaruhi dinamika pasangan mata uang ini.

Pada saat berita ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1,3444 setelah menyentuh tertinggi harian di 1,3465, menunjukkan volatilitas intraday yang cukup besar. Pergerakan ini mencerminkan bagaimana data AS membatasi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed sambil menjaga tekanan pada mata uang G10. Pasar menantikan rilis data seperti NFP, Sentimen Konsumen, data perumahan, dan pidato pejabat The Fed sebagai pendorong arah berikutnya.

Analisis harga GBP/USD menunjukkan bias teknis netral. Penutupan harian di bawah SMA 20-hari di sekitar 1,3442 berpotensi mengubah arah menuju 1,3400, jika tekanan jual berlanjut. Level dukungan signifikan terlihat di 1,3382 (SMA 200-hari), 1,3369 (SMA 100-hari), dan 1,3300 sebagai target bawah.

Analisis Teknis GBP/USD dan Skenario Pergerakan

Untuk melihat jalur pergerakan lebih lanjut, analisis teknis menunjukkan bias netral pada GBP/USD dengan peluang yang seimbang antara risiko dan peluang. Penutupan harian di bawah level SMA 20-hari sekitar 1,3442 meningkatkan risiko menguji area 1,3400 dan dukungan selanjutnya. Kondisi ini bergantung pada dinamika data AS dan respons pasar terhadap kebijakan The Fed.

Namun jika harga mampu menembus kembali di atas 1,3450, peluang pembeli dapat mengangkat pasangan ini melewati 1,3500 dan menuju 1,3517, level tertinggi yang tercapai pada minggu ini. Dalam skenario tersebut, momentum bisa berubah menjadi kuat dan menambah peluang bagi penutupan di atas 1,3450.

Rencana perdagangan yang direkomendasikan adalah posisi jual dengan pembukaan sekitar 1,3444. Target profit ditempatkan di 1,3300, sedangkan stop loss di 1,3517 untuk mengelola risiko. Rasio risiko terhadap imbalan sekitar 1,98:1, memenuhi kriteria minimal 1:1,5.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image