GBP/USD mengalami tekanan positif dalam sesi Amerika setelah data klaim pengangguran AS yang sedikit lebih tinggi tetapi ditemani lonjakan payroll Non-Farm Payrolls (NFP) Januari. Laporan ini menunjukkan bahwa pasar kerja tetap sehat meski ada dinamika inflasi yang menahan. Laporan ini juga dirilis oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari analisis kami mengenai arah pasangan ini.
Data PDB Inggris untuk Q4 2025 menunjukkan perlambatan, dengan pertumbuhan YoY turun menjadi sekitar 1,0% dan laju QoQ sebesar 0,1%. Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap kecepatan normalisasi kebijakan BoE dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga di masa depan. Meski demikian, GBP/USD berhasil menguat terhadap dolar, menandakan faktor lain yang mendukung sentimen risiko terkini.
Ketidakpastian politik terkait Keir Starmer tetap menjadi hambatan bagi Sterling, meski momentum teknikal mungkin menjaga arah naik dalam periode dekat. Analis menekankan bahwa volatilitas bisa meningkat jika isu kebijakan domestik berulang. Secara keseluruhan, struktur pasar menunjukkan bias positif untuk GBP/USD dalam kerangka jangka pendek.
Klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir 7 Februari naik menjadi 227 ribu, melampaui perkiraan 222 ribu. Rata-rata 4 minggu berada di sekitar 219,5 ribu meski sedikit lebih tinggi dari pembacaan sebelumnya, menunjukkan stabilisasi di pasar tenaga kerja tanpa tekanan inflasi yang kuat. Data ini menjadi faktor campuran bagi arah dolar AS.
Non-farm Payrolls untuk Januari menunjukkan penambahan pekerjaan lebih dari 130 ribu, dengan tingkat pengangguran turun di bawah estimasi 4,5% untuk 2026. Hasil ini menambah tekanan pada ekspektasi kebijakan moneter AS dan memberikan dukungan bagi dolar jangka pendek, meskipun dampaknya terhadap peta kebijakan lebih luas tetap berada di balik dinamika inflasi. Pergerakan ini tetap menjadi pemicu volatilitas bagi GBP/USD.
Di Inggris, data inflasi yang lebih lemah dan pertumbuhan ekonomi yang relatif lemah meningkatkan peluang BoE untuk memangkas suku bunga lebih awal dari perkiraan. Pasar memperkirakan peluang pemotongan suku bunga BoE meningkat menuju pertemuan 19 Maret, meski faktor politik domestik dan faktor ekonomi global turut menentukan arah. Kondisi ini menjadi pendorong utama bagi pergerakan GBP terhadap dolar.
Dalam kerangka harian, harga GBP/USD berada sekitar 1,3667 dan menunjukkan bias bullish. Moving average (SMA) menanjak dan berada di sekitar level 1,3506, mendukung potensi kelanjutan tren naik jangka pendek. Harga yang diperdagangkan di atas garis moving average memperkuat struktur bullish pada saat ini.
Garis tren naik yang bermula dari 1,3035 memperkuat potensi pergerakan ke atas, dengan support konsolidasi di sekitar 1,3484. Kondisi ini menandakan bahwa jika harga bertahan di level tersebut, pembeli tetap mengendalikan pasar dan arah potensi top-side terus terjaga. Namun, penutupan harian di bawah tren ini bisa menandakan kelelahan dan memberi ruang bagi koreksi lebih dalam terhadap moving average.
Secara keseluruhan, analisa teknikal sejalan dengan gambaran fundamental yang menunjukkan risiko dolar yang sedang menurun secara sesaat. Target harga (TP) sekitar 1,3814 dapat tercapai jika momentum tetap kuat, sementara SL ditempatkan di sekitar 1,3620 untuk menjaga rasio risiko-untung di atas 1:1,5, sesuai preferensi perdagangan kami.