
USD/JPY diperdagangkan sekitar 160.15 pada saat penulisan, mendekati level tertinggi sejak 30 April meski pergerakan intraday tersirat netral. Pasangan ini menunjukkan bias kenaikan yang berangkat dari ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS tetap restriktif, meskipun potensi kenaikan lebih lanjut dibatasi oleh kemungkinan intervensi otoritas Jepang.
Permintaan terhadap aset aman melemah seiring meredanya kekhawatiran atas konflik Iran-Israel karena adanya pembaruan gencatan senjata. Hal ini menyebabkan dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama, walau USD/JPY tetap berada pada level tinggi karena faktor teknis.
Dari sisi teknis, level 160.00 secara psikologis tetap menjadi penopang utama, sementara komentar pejabat Keuangan Jepang yang mengisyaratkan tindakan tegas untuk mendukung yen menambah dukungan bagi Yen meski risiko kebijakan BoJ tetap membayang.
Geopolitik tetap menjadi sumber ketidakpastian karena evakuasi di Tyre dan laporan korban serangan menunjukkan bahwa pasar tetap berhati-hati meski ada jeda dalam eskalasi.
Ekspektasi terhadap kebijakan BoJ tetap menguat, dengan kemungkinan beberapa pengetatan kebijakan dan kelanjutan program pembelian obligasi, yang memberi dukungan bagi Yen meski tekanan dari dinamika lain.
Rilis inflasi AS yang akan datang, CPI dan PPI, sangat dinantikan karena hasilnya akan mempengaruhi jalur kebijakan Federal Reserve. Investor akan memantau data tersebut untuk melihat arah pergerakan USD/JPY berikutnya.
Disusun oleh Cetro Trading Insight