GBP/USD berhasil melompat dari bawah level 1.3200 dan kembali menembus sekitar 1.3300 pada hari Rabu, menandai pemulihan dari tren turun hampir dua minggu. Pergerakan ini mencerminkan dinamika teknikal jangka pendek yang berfluktuasi di sekitar level kunci tersebut.
Harga saat ini masih berada di bawah beberapa indikator utama, termasuk moving averages 50-hari dan 200-hari, menunjukkan momentum kenaikan yang terbatas meski ada pembalikan singkat. Perdagangan sekitar 1.3300 menjadi fokus bagi trader untuk melihat apakah rebound berlanjut.
Indikator teknikal seperti Stochastic RSI juga mendekati wilayah overbought, sehingga peluang aksi lanjut masih bergantung pada arus fundamental dan likuiditas pasar yang hadir.
Pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey tentang jalur kenaikan suku bunga mengubah ekspektasi pasar dan menahan dorongan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat. Bailey menekankan bahwa pasar terlalu maju dalam mengira jalur kebijakan, sehingga suku bunga Inggris mungkin tidak naik secepat harga pasar sebelumnya.
Di sisi data Amerika, ISM Manufacturing Prices Paid melonjak menjadi 78.3, tertinggi sejak 2022, menegaskan bahwa ketegangan inflasi akibat lonjakan biaya input masih ada. Kondisi ini menambah tekanan terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat di wilayah tersebut.
Selain itu, acara utama pekan ini adalah rilis Nonfarm Payrolls pada Jumat, meski pasar Inggris dan AS libur pada hari itu. Likuiditas yang tipis meningkatkan risiko volatilitas pada pembukaan pasar berikutnya, sehingga para trader dipaksa menimbang dampak potensialnya secara hati-hati.
Secara teknikal, GBP/USD berada di sekitar 1.3310 dengan tren jangka pendek yang cenderung bearish karena harga tetap di bawah 50-day EMA sekitar 1.3410 dan berada di bawah rata-rata 200-day di sekitar 1.3368. Momentum rebound terlihat melemah meski dekat resistance lokal.
Level resistance utama berada di kisaran 1.3360–1.3375, berdekatan dengan 200-day EMA, lalu 1.3410 yang menjadi batas atas rilis terakhir. Sementara itu, support terdekat berada di sekitar 1.3260 dan 1.3223, dengan pelanggaran ke bawah membuka peluang menuju area 1.3185 atau di bawahnya.
Melihat kondisi saat ini, rekomendasi trading yang lebih aman menekankan posisi jual jika harga tidak mampu melewati sekitar 1.3350–1.3375. Stop loss bisa ditempatkan di sekitar 1.3369, dengan target take profit sekitar 1.3219, memberi rasio risiko/imbalan sekitar 1:1.5. Perhatikan likuiditas menjelang rilis NFP dan dampaknya terhadap volatilitas pasar.